Semarang – Suasana penuh semangat mewarnai akhir pekan di Kota Semarang. mahasiswa, dosen, hingga pimpinan perguruan tinggi berkumpul dalam ajang Fun Run Road to Pomnas XIX yang digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu (20/9).
Di tengah riuh langkah peserta, tampak hadir Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, yang sekaligus melepas kurang lebih 1.200 peserta dalam ajang Fun Run ini. Kehadiran beliau menambah energi tersendiri bagi seluruh sivitas akademika yang datang dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi momen yang sangat istimewa, karena selain berolahraga bersama, ajang ini juga menjadi wadah kebersamaan lintas perguruan tinggi. Mulai dari Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI), para rektor, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa, semuanya larut dalam suasana penuh kegembiraan. Dirjen Dikti menekankan, ajang ini bukan hanya olahraga semata, tetapi momentum strategis untuk memperkuat rasa persaudaraan di dunia pendidikan tinggi.
“Pomnas ini lebih dari sekadar panggung kompetisi. Ini adalah ruang kebersamaan di mana sivitas akademika bisa bertemu, berinteraksi, dan membangun jejaring di luar kelas. Di sini kita belajar, bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada ruang kuliah saja,” tegasnya.
Sebagai penutup acara Fun Run, panitia memberikan medali kepada seluruh finisher. Tindakan simbolis ini menegaskan bahwa dalam olahraga, setiap usaha layak diapresiasi, bukan hanya kemenangan.
Arkian, rangkaian giat berlanjut ke Balairung Universitas PGRI Semarang (Upgris) yang menjadi venue cabang olahraga catur. Di sini, Dirjen Dikti turut serta dalam pertandingan persahabatan melawan Samuel, mahasiswa asal Kalimantan Tengah. Pertandingan fun match tersebut disaksikan oleh perwakilan Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), sejumlah rektor, serta puluhan mahasiswa peserta Pomnas XIX dari berbagai daerah.
Menariknya, sebelum pertandingan dimulai, Dirjen Dikti membuka dengan salam universal dunia catur: Gens Una Sumus, yang berarti “kita semua bersaudara.” Salam ini menjadi penegasan bahwa kompetisi hanya berlangsung di atas papan, sementara di luar itu seluruh peserta adalah saudara yang setara. Kehangatan momen ini membuat catur tidak sekadar olahraga adu strategi, tetapi juga ruang persahabatan lintas daerah.
Rangkaian giat Dirjen Dikti di hari kedua Pomnas XIX ditutup dengan menghadiri cabang olahraga panahan di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Beliau secara langsung menyerahkan medali kepada para pemenang yang telah berjuang dengan penuh dedikasi.
Sebagai penutup, Dirjen Dikti menyampaikan pesan yang sarat makna bagi generasi muda.
“Tumbuhkan jiwa berkompetisi yang sehat. Bagi yang kalah, jangan berkecil hati. Bagi yang menang, jangan berpuas diri. Kami menaruh harapan besar kepada generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus menjunjung tinggi sportivitas dan semangat olahraga,” tutup Dirjen Khairul.
Serangkaian kegiatan di Pomnas XIX Semarang menggambarkan bahwa olahraga di tingkat mahasiswa adalah ruang untuk membangun solidaritas, memperkuat karakter, dan mengasah kepemimpinan mahasiswa. Dengan keterlibatan langsung seluruh elemen pendidikan tinggi, Pomnas XIX diharapkan mampu melahirkan atmosfer akademik yang sehat, inklusif, dan penuh semangat kolaborasi.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif





