Perkuat Talenta Riset, Ditjen Risbang Gelar Webinar “Kiat Sukses Meniti Karier sebagai Peneliti Muda

Kabar

09 April 2026 | 07.15 WIB

Perkuat Talenta Riset, Ditjen Risbang Gelar Webinar “Kiat Sukses Meniti Karier sebagai Peneliti Muda

Jakarta—Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan terus mendorong penguatan kapasitas talenta riset nasional dengan menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih inklusif dan adaptif. Salah satunya melalui penyelenggaraan webinar bertajuk “Kiat Sukses Meniti Karier sebagai Peneliti Muda” yang digelar secara daring pada Rabu (8/4).


Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pengembangan talenta riset yang dirancang untuk menjawab kebutuhan dosen dan mahasiswa pascasarjana dalam menghadapi dinamika dunia penelitian yang semakin kompetitif. Dengan memanfaatkan platform digital, webinar ini mampu menjangkau lebih luas peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. 


Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Heri Kuswanto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyelenggaraan webinar ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembinaan talenta riset di Indonesia. 


“Program webinar ini kami rancang sebagai solusi untuk menjangkau lebih banyak dosen dan talenta muda di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak yang dapat berkontribusi dalam bidang penelitian dan pengembangan,” ujarnya.


Melalui kegiatan ini dosen dan mahasiswa pascasarjana diharapkan mendapatkan wawasan praktis dan inspiratif, khususnya dalam memulai penelitian, meningkatkan kemampuan menulis ilmiah, serta membangun jejaring akademik yang kuat. 


Membangun Fondasi Karier Peneliti Muda Sejak Dini


Sebagai bagian utama kegiatan, webinar ini menghadirkan Dr. Maria Apriliani Gani, dosen muda berprestasi dari Institut Teknologi Bandung. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa fondasi karier peneliti dibangun sejak masa pascasarjana, tidak hanya melalui penguasaan teknis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis data, serta penulisan karya ilmiah yang kuat.


Ia juga menyoroti pentingnya peran mentor dan lingkungan akademik dalam membentuk kapasitas peneliti muda, termasuk dalam membangun integritas dan etika ilmiah. Selain itu, strategi pengembangan karier perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari mengikuti hibah skala kecil, aktif dalam forum ilmiah, hingga memperluas kolaborasi riset di tingkat nasional maupun internasional.


“Kunci menjadi peneliti adalah konsistensi dan keberanian untuk memulai. Tidak harus langsung besar, yang penting dimulai dan dijalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.


Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kualitas riset harus menjadi prioritas utama, seiring dengan peningkatan publikasi ilmiah yang berdampak. Konsistensi, keberanian untuk memulai, serta kemampuan membangun jejaring kolaborasi menjadi kunci bagi peneliti muda untuk berkembang dan menghasilkan inovasi yang relevan bagi masyarakat. 


Dengan diikuti oleh lebih dari 500 orang, kegiatan ini mencerminkan tingginya antusiasme akademisi terhadap pengembangan kapasitas riset. Inisiatif ini diharapkan terus mendorong lahirnya talenta peneliti muda yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan nasional.


Humas 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#RisetBerdampak

#KampusBerdampak

#Kampus Transformatif

/

5

Ulas Sekarang