Kota Sorong — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Nasional (PAINT) Batch 4 Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Papua Barat Daya, pada 13–16 Oktober 2026.
Melalui kegiatan PAINT, peserta memperoleh pelatihan dan pendampingan penulisan artikel ilmiah agar hasil penelitian dapat disusun menjadi publikasi yang berkualitas. Pelaksanaan kegiatan di Kota Sorong ditujukan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi peneliti dan perguruan tinggi di wilayah Papua dalam meningkatkan kapasitas publikasi ilmiah serta mengembangkan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Dirjen Risbang, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya riset yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Menurutnya, penelitian perlu memperhatikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kebutuhan industri, agar hasil riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah.
“Jadi, riset dimulai dari masyarakat, kita pahami masyarakat itu termasuk industri, dan kemudian kembali ke masyarakat. Itu siklus yang ingin kita bangun,” ujar Dirjen Fauzan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah agar penelitian dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan untuk menjawab persoalan di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Fauzan turut menyoroti capaian UNAMIN yang memperoleh berbagai hibah penelitian. Hal ini menjadi salah satu bukti bagi penguatan kegiatan riset di Papua.
Selain memberikan arahan dalam rangkaian PAINT, Dirjen Fauzan mengikuti dialog yang melibatkan perwakilan perguruan tinggi di Sorong dan sekitarnya untuk membahas tantangan penelitian di daerah serta mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan agar kegiatan riset dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih luas.
Dalam dialog tersebut, pertanian, ketahanan pangan, kesehatan, serta inklusi penyandang disabilitas menjadi beberapa topik bahasan yang erat kaitannya dengan upaya menjawab persoalan masyarakat setempat.
Perwakilan perguruan tinggi menyampaikan sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan akses terhadap jurnal ilmiah berbayar hingga kebutuhan pelatihan penyusunan proposal dan publikasi ilmiah. Tantangan lainnya adalah membawa hasil penelitian menuju tahap pemanfaatan, terutama ketika peneliti membutuhkan dukungan dan kemitraan untuk mengembangkan hasil riset lebih lanjut.
Kendala logistik penelitian juga menjadi perhatian, khususnya pengiriman sampel serum untuk diuji yang membutuhkan dry ice dari Sorong ke kota lain, seperti Makassar dan Surabaya. Kondisi ini menjadi salah satu hambatan dalam penelitian di bidang kesehatan dan menunjukkan pentingnya dukungan logistik yang sesuai dengan kebutuhan peneliti di daerah.
Menanggapi berbagai masukan, Dirjen Fauzan menjelaskan potensi dukungan riset tersedia melalui beragam skema, mulai dari penelitian dasar dan pengabdian kepada masyarakat hingga pengembangan fasilitas riset, kemitraan, hilirisasi, dan komersialisasi hasil penelitian. Ia mendorong perguruan tinggi untuk memanfaatkan skema yang sesuai dengan kebutuhan serta memperkuat kolaborasi dengan lembaga riset dan industri agar penelitian dapat terus dikembangkan sehingga berdampak langsung bagi masyarakat.
Dukungan-dukungan tersebut akan dikemas dalam berbagai program pendanaan riset yang akan diluncurkan pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) tanggal 10–13 November 2026 di Surabaya.
Melalui kegiatan PAINT dan dialog riset bersama talenta-talenta penelitian di Kota Sorong, Kemdiktisaintek berupaya memperkuat kapasitas peneliti sekaligus membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap program pengembangan penelitian, memperkuat kolaborasi antar pihak, serta mendorong lahirnya riset yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia.




