Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan menghadiri kegiatan “Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026” yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan 15.000 Talenta Semikonduktor yang bertujuan mempercepat penyiapan SDM unggul, memperkuat kemandirian teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem semikonduktor global.
Penguatan talenta semikonduktor juga sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of economic growth) melalui penguatan industri berbasis teknologi tinggi. Pengembangan ekosistem semikonduktor menjadi salah satu prioritas strategis untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing global.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menekankan bahwa pengembangan talenta semikonduktor akan dibangun melalui jalur yang terukur dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan kuat untuk memasuki dunia kerja.
“Program yang kami bangun bertujuan meningkatkan kapasitas lulusan agar siap mengikuti pelatihan industri secara bertahap dan terstruktur. Melalui pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman praktik, tetapi juga sertifikat kompetensi sebagai bekal penting ketika masuk ke industri,” ujar Dirjen Fauzan.
Sebagai contoh pada kerja sama yang telah berjalan, Dirjen Fauzan menyampaikan pengalaman pelatihan bersama Polytron berupa pelatihan desain chip selama 6 (enam) bulan bagi 50 peserta. Inisiatif ini menjadi pijakan untuk memperluas skema pelatihan yang lebih kuat dan berdampak, sekaligus memastikan talenta Indonesia memperoleh pengakuan kompetensi yang relevan.
Dirjen Fauzan juga menegaskan bahwa pengembangan talenta akan diperkuat secara berjenjang dan tidak berhenti pada pelatihan dasar. Penguatan diarahkan agar talenta semakin siap mendukung kebutuhan industri dan pasar domestik, termasuk pada area smart meter, penguatan ekosistem chip AI, sektor transportasi, hingga pengembangan tingkat lanjut seperti system-on-chip dan pengembangan board agar lebih dekat dengan kebutuhan produksi.
Hal ini juga didorong melalui kesiapan perguruan tinggi. Sejumlah perguruan tinggi telah mulai masuk dalam ekosistem pengembangan talenta, dan beberapa pimpinan perguruan tinggi, termasuk ITB, disebut telah menyiapkan roadmap ekosistem. Pada tahap awal, perguruan tinggi negeri diprioritaskan untuk memperkuat kapasitas dasar ekosistem secara lebih cepat dan merata menuju target 15.000 talenta.
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menekankan bahwa perguruan tinggi memegang peran kunci dalam penguatan ekosistem semikonduktor nasional.
“Kunci penguatan ekosistem semikonduktor ada di perguruan tinggi. Karena itu, kampus perlu mulai memperkuat kurikulum semikonduktor dan menyiapkan kapasitas laboratorium agar talenta yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi kampus, industri, dan pemerintah agar pengembangan talenta dan teknologi semikonduktor berjalan cepat, terarah, dan berkelanjutan. Selain itu, Indonesia memiliki modal kuat berupa pasar domestik dan basis industri, termasuk otomotif, yang perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan ekosistem semikonduktor dan meningkatkan daya saing nasional.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan optimismenya di tengah dinamika ekonomi global bahwa Indonesia terus menjaga fundamental agar tetap berada pada posisi investment grade. Pesan tersebut memperkuat keyakinan bahwa agenda penguatan ekosistem teknologi strategis, termasuk semikonduktor, dapat berjalan konsisten dengan dukungan kepercayaan investor dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Melalui kegiatan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengembangan talenta semikonduktor yang siap industri melalui kemitraan pelatihan, penguatan sertifikasi kompetensi, serta kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah, agar ekosistem talenta tumbuh berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi penguatan industri nasional.






