Pelatihan Deskripsi Paten 2025 Tangerang: Perkuat Inovasi Akademik Perguruan Tinggi

Kabar

11 October 2025 | 09.26 WIB

Pelatihan Deskripsi Paten 2025 Tangerang: Perkuat Inovasi Akademik Perguruan Tinggi

Tangerang Selatan — Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten (PDPP) Tahun 2025 di Aula FEB Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Kampus B, Cireundeu, Tangerang Selatan, 8-10 Oktober.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemdiktisaintek dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk memperkuat kapasitas dosen dan peneliti dalam penyusunan dokumen paten yang berkualitas. Sebanyak 51 peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini.

Dalam sambutannya, Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Yos Sunitiyoso, menegaskan pentingnya hilirisasi riset sebagai pilar utama yang menghubungkan hasil penelitian dengan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Upaya hilirisasi riset adalah bagian penting dari visi kami untuk meningkatkan nilai tambah, baik secara sosiologis maupun ekonomi. Kami berharap setelah pelatihan ini para peserta dapat segera mendaftarkan hasil inovasinya ke DJKI dan berkontribusi dalam peningkatan jumlah paten nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jakarta, Muhammad Hadi menyatakan bahwa pada tahun 2045 UMJ menargetkan diri menjadi pusat peradaban, dengan salah satu faktornya adalah melalui peningkatkan paten.

“Visi ini lahir dari masukan berbagai pihak dan menjadi cita-cita besar agar universitas Muhammadiyah di seluruh Indonesia dapat melahirkan peradaban ilmu pengetahuan dan keislaman yang berdampak. Salah satu langkah menuju hal itu adalah melalui peningkatan produk ilmiah, termasuk paten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu indikator dalam mewujudkan integrasi antara iptek dan Islam yang nyata dan berdampak, mengingat masih banyak dosen UMJ yang belum memiliki paten.

Acara berlangsung dengan pemaparan materi melalui tiga narasumber utama, Nanik Astuti dari Institut Teknologi Nasional Malang, Sofyan Arif dari Universitas Muhammadiyah Malang, dan Ria Dewi dari Universitas Brawijaya, serta dilanjutkan dengan praktik penyusunan deskripsi paten melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu dan dibimbing oleh tim fasilitator nasional.

Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan dosen dan peneliti dalam menulis deskripsi paten serta mendorong peningkatan kualitas dan jumlah permohonan paten di perguruan tinggi.

Harapannya, semakin banyak inovasi akademik yang terlindungi secara hukum dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang