Serang-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan hadir dalam penutupan Kongres ke-V Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu yang mengusung tema “Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju” di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, Minggu (12/4).
Dalam forum ini, Wamendiktisaintek menegaskan bahwa forum mahasiswa seperti kongres ini sangat penting untuk berkolaborasi, membangun kepemimpinan, dan memperkuat kapasitas generasi muda.
“Forum seperti ini sangat strategis dalam berorganisasi. Bukan sekadar ritual, tetapi memiliki makna konsolidasi yang sangat besar bagi lahirnya pemimpin masa depan,” tegas Wamen Fauzan.
Lebih lanjut Wamen Fauzan menyorot peran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi semakin strategis dalam mengawal demokrasi, keadilan sosial, serta pembangunan daerah. Dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Secara nasional, tantangan pendidikan tinggi masih cukup signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) Indonesia saat ini baru mencapai 32,89%, masih tertinggal dibandingkan negara lain di Asia seperti Singapura yang telah mencapai 91,09%.
Di tingkat daerah, Provinsi Banten menunjukkan potensi besar dengan ekosistem pendidikan tinggi yang berkembang pesat. Tercatat terdapat sekitar 1,6 juta mahasiswa dengan dukungan 12 perguruan tinggi negeri serta ratusan perguruan tinggi swasta, menjadikan Banten sebagai salah satu pusat pengembangan talenta muda di Indonesia. Di sisi lain, persentase pengangguran terbuka tahun 2025 di Banten mencapai 6,63%, lebih tinggi dari angka nasional pada 4,74% yang menunjukkan bahwa tantangan kualitas, relevansi kompetensi, serta kesiapan menghadapi dinamika global masih menjadi pekerjaan bersama.
Wamen Fauzan kemudian menekankan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam konteks momentum bonus demografi di Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pada tahun 2030, di mana populasi usia produktif mendominasi. Selain keberhasilan akademik, mahasiswa dinilai harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi realitas dunia nyata.
Hal ini sejalan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak. Perguruan tinggi didorong berproses dalam suatu transformasi pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan adaptif serta mampu menghasilkan solusi nyata terhadap tantangan yang dialami masyarakat Indonesia.
Direktur UPI Kampus Serang, Supriadi menyampaikan pentingnya peran kampus dalam membina dan mendukung pengembangan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
“Saya berharap mahasiswa di sini dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik dan tumbuh menjadi pribadi yang sukses,” kata Supriadi.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa sekaligus Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjembatani aspirasi masyarakat, khususnya di daerah.
“Sebagai aliansi BEM, kita harus mampu membawa gagasan dan solusi, termasuk memastikan persoalan di masyarakat, seperti di pelosok desa, dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah maupun pusat,” ujar Bagas.
Menurutnya, gerakan mahasiswa harus bergerak melampaui wacana dan menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan daerah melalui pendidikan yang berdampak.
Melalui forum ini, Kemdiktisaintek mendorong mahasiswa untuk tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui berbagai program seperti Program Kreativitas Mahasiswa, Mahasiswa Berdampak, Program Penguatan Kapasitas Ormawa, hingga pengabdian berbasis riset.
Kongres BEM Banten Bersatu diharapkan menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk memperkuat peran sebagai agen perubahan yang tidak hanya kritis, tetapi juga solutif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Ke depan, sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemerintah diharapkan dapat mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul yang mampu mendorong kemajuan daerah dan nasional.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






