(Unila): Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode I tahun 2026 menghadirkan inovasi Roket Stove sebagai solusi pembakaran sampah rumah tangga minim asap.
Program ini dilaksanakan di Desa Campang Raya, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, dengan melibatkan perangkat desa, masyarakat, serta kelompok mahasiswa KKN dari dua lokasi. Inisiatif ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan penumpukan sampah rumah tangga yang berpotensi mencemari lingkungan.
Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi dengan pihak kelurahan serta masyarakat, ditemukan bahwa pengelolaan sampah masih dilakukan secara konvensional dan menghasilkan asap berlebihan. Melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung, mahasiswa Unila memperkenalkan Roket Stove sebagai alternatif pembakaran yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan minim polusi udara.
Proses pembuatan Roket Stove dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat selama dua hari, dilanjutkan dengan pemasangan papan informasi serta banner edukasi. Mahasiswa bertindak sebagai fasilitator, menyampaikan materi tentang fungsi dan keunggulan Roket Stove, jenis sampah yang dapat dibakar, bahan bakar yang digunakan, serta tata cara perawatan alat.
Demonstrasi penggunaan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami manfaat nyata dari teknologi sederhana ini. Respon masyarakat sangat positif, terlihat dari antusiasme dan keterlibatan aktif sejak tahap persiapan hingga peresmian. Dukungan warga menjadi bukti bahwa inovasi ini dapat diterima dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Mahasiswa Unila juga melakukan pendampingan lanjutan terkait pengelolaan sampah dan keberlanjutan penggunaan Roket Stove sebagai fasilitas bersama.
Program ini diharapkan menjadi solusi praktis dalam mengurangi penumpukan sampah rumah tangga sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Kehadiran Roket Stove mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa Unila dalam mendukung agenda nasional Kemdiktisaintek dan Kemkomdigi terkait inovasi teknologi tepat guna, penguatan literasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan. [Humas]






