Mahasiswa Polije Hadirkan Greenhouse Dryer, Percepat Pengeringan Kopi Sumbersalak

Kampus Kita

10 Agustus 2026 | 12.30 WIB

Mahasiswa Polije Hadirkan Greenhouse Dryer, Percepat Pengeringan Kopi Sumbersalak

JEMBER — Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) menghadirkan inovasi Greenhouse Dryer bagi petani kopi di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Teknologi tersebut membantu mempercepat proses pengeringan sekaligus menjaga kualitas biji kopi.

Inovasi ini dikembangkan Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian (HMJ-TP) Polije sebagai solusi atas kendala yang dihadapi petani, khususnya saat cuaca kurang mendukung proses pengeringan.

Desa Sumbersalak memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. Namun, proses pengeringan secara manual membutuhkan waktu sekitar lima hingga enam hari. Melalui Greenhouse Dryer yang memanfaatkan efek rumah kaca dan dilengkapi sistem blower, waktu pengeringan dapat dipangkas menjadi sekitar tiga hari.

Perangkat Desa Sumbersalak, Haris Naufal, mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa karena dinilai mampu menjawab kebutuhan petani.

“Inovasi pengering tenaga surya ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Pengeringan manual biasanya memakan waktu 5–6 hari, tapi dengan alat ini 3 hari sudah kering,” ungkap Haris.

Ketua kelompok tani setempat, Moh. Alfarisin, mengatakan teknologi tersebut turut membantu petani menjaga kualitas hasil panen. Ia berharap pendampingan mahasiswa dapat terus berlanjut hingga tahap pengolahan dan pemasaran.

“Percepatan pengeringan sangat membantu menjaga kualitas panen. Kami berharap efisiensi ini terus berlanjut hingga tahap pengolahan dan pemasaran,” ujarnya.

Tidak berhenti pada teknologi pascapanen, mahasiswa juga mendorong pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Melalui proses fermentasi, pemuda desa dan kelompok tani didampingi untuk mengolah limbah kopi menjadi produk yang kembali bernilai guna.

Di sisi lain, tim PPK Ormawa HMJ-TP Polije turut memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendampingan digital marketing. Materi yang diberikan mencakup branding, pengemasan produk, hingga pengelolaan toko pada berbagai marketplace untuk memperluas jangkauan pasar kopi dan produk olahan desa.

Integrasi teknologi pascapanen, pemanfaatan limbah, dan pemasaran digital tersebut menjadi upaya mahasiswa Polije dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kopi Sumbersalak. Program ini sekaligus mendorong ekonomi sirkular dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Melalui inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, mahasiswa tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mendampingi masyarakat dari proses produksi hingga pemasaran agar potensi lokal dapat berkembang menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan.

Polije

PPK ORMAWA

Politeknik Negeri Jember

/

5

Ulas Sekarang