Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menandatangani adendum nota kesepahaman untuk memperkuat dukungan pembinaan dan akses pendidikan tinggi bagi lulusan siswa Sekolah Rakyat. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (2/12).
Mendiktisaintek menegaskan bahwa adendum ini memperkuat komitmen kampus untuk menjadi pendamping akademik bagi Sekolah Rakyat. Dengan ekosistem pendidikan tinggi yang mencakup lebih dari 4.000 perguruan tinggi, 300.000 dosen, dan jutaan mahasiswa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam pembinaan siswa.
“Kami akan memasangkan satu kampus untuk membina satu hingga dua Sekolah Rakyat. Kampus akan hadir secara berkala untuk memberikan pembinaan, motivasi, pengayaan belajar, hingga membantu siswa memahami pilihan program studi sesuai minat dan bakat mereka,” ujar Menteri Brian.
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi terhadap realisasi kerja sama ini. Mensos menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat kini telah beroperasi di 166 titik sejak Juli hingga Oktober 2025, dengan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dilakukan di gedung milik pemerintah daerah, Kemensos, dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebelum memasuki pembangunan lebih dari 100 unit sekolah permanen.
“Adendum nota kesepahaman ini bagian dari hilirisasi sistem pendidikan di Sekolah Rakyat, agar para siswa, khususnya lebih dari 6.000 siswa tingkat SMA, bisa meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi,” ujar Mensos Saifullah.
Kemensos melakukan hilirisasi pendidikan melalui dua skema di tingkat SMA, yakni melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi atau menjadi pekerja terampil. Kemensos mencatat bahwa sekitar 37% siswa SMA Sekolah Rakyat menunjukkan minat pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Proses identifikasi minat dan bakat dilakukan sejak dini agar opsi pendidikan maupun karier lebih tepat sasaran.
Selain itu, Kemdiktisaintek membuka jalur afirmasi bagi lulusan Sekolah Rakyat, mulai dari beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan akses informasi akademik. Dilakukannya pendampingan dan pembinaan oleh kampus akan memastikan siswa tidak salah memilih jurusan dan dapat menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.
“Dengan pendampingan, kita ingin memastikan mereka masuk jurusan yang tepat dan bisa lulus dengan baik,” tegas Menteri Brian.
Melalui adendum nota kesepahaman ini, kedua kementerian menegaskan komitmen bersama untuk membuka akses pendidikan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan juga mendorong lahirnya generasi muda yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif





