Jatinangor – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Beny Bandanadjaja, mengajak lebih dari lima ribu mahasiswa baru ITB Bandung berperan aktif mewujudkan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif. Ajakan ini disampaikan dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di lapangan sepak bola ITB Jatinangor, Jawa Barat, Minggu (25/8).
“Kampus adalah milestone penting bagi mahasiswa. Ruang tumbuh kembang bagi calon pemimpin bangsa. Karena itu, kita harus bersama-sama membangun kehidupan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif untuk semua,” ujar Beny.
Menurutnya, PKKMB bukan hanya pengenalan dunia akademik, tetapi juga momentum membangun pola pikir baru: mahasiswa tidak semata mengejar prestasi akademik, melainkan juga berkontribusi bagi masyarakat, lingkungan, dan penguatan kolaborasi lintas mahasiswa, fakultas, pemerintah daerah, serta dunia industri. “Ini saatnya mahasiswa baru mengambil tongkat estafet menjadi motor perubahan kampus. Ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi yang dipelajari di kampus harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Negeri ini menunggu kontribusi kalian,” tambahnya.
Program Diktisaintek Berdampak yang diinisiasi Mendiktisaintek Brian Yuliarto juga memiliki misi serupa. Program ini menekankan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan SDM dan komunitas lokal, pemanfaatan teknologi tepat guna, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan ekosistem kolaborasi.
Dalam kesempatan yang sama, Beny juga menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Program ini merupakan implementasi Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 yang bertujuan menciptakan kampus aman dan inklusif, bebas dari kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, maupun kebijakan yang bersifat menekan. Melalui program ini, setiap perguruan tinggi diwajibkan membentuk Satgas PPKPT yang berperan mencegah, melaporkan, dan menangani kasus kekerasan di lingkungan kampus.
“Kampus harus kita jaga bersama agar bersih dari semua bentuk kekerasan. Mahasiswa baru wajib memahami PPKPT agar dapat menjadi bagian dari gerakan ini,” tegas Beny.
Kampanye Nasional PPKPT akan digelar di berbagai kampus seluruh Indonesia, disertai dialog interaktif dengan mahasiswa untuk mendorong budaya akademik yang sehat, setara, dan dewasa. “Kampus adalah tempat merancang harapan-harapan besar tentang Indonesia Emas. Karena itu, kampus wajib menjadi ruang akademis yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan,” tutup Beny.
Turut hadir dalam acara ini Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han., Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara, Wakil Rektor ITB Irwan Meilano, Senat Guru Besar ITB, Satgas PPKPT, serta sivitas akademika ITB lainnya.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






