Jakarta–Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Danantara Indonesia, Arm, serta didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia meluncurkan Program Pelatihan Arm sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam mengembangkan kompetensi industri di bidang semikonduktor yang dijaring dari kampus, Rabu (20/5).
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman menegaskan bahwa program ini mempertegas pipeline talenta semikonduktor nasional yang berawal dari perguruan tinggi.
“Melalui keterlibatan mahasiswa, lulusan baru, dosen, peneliti, dan profesional teknis, pelatihan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi pengembangan kompetensi desain chip, riset terapan, serta keterhubungan yang lebih kuat antara kampus, industri, dan kebutuhan teknologi nasional,” tegas Dirjen Fauzan.
Dalam program pelatihan ini, Kemdiktisaintek melaksanakan penjaringan peserta dari kalangan perguruan tinggi maupun bidang teknis, sekaligus memastikan relevansi materi pelatihan dengan kebutuhan riset sains dan teknologi di Indonesia. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan industri strategis berbasis teknologi tinggi.
Inisiatif tersebut menargetkan pelatihan bagi hingga 1.000 peserta pada tahap awal dan akan diperluas secara bertahap hingga menjangkau 15.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa, lulusan baru, dan insinyur untuk mengembangkan talenta Indonesia di bidang desain chip semikonduktor. Program ini mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ekonomi nasional, hilirisasi industri, dan transformasi digital.
Sejalan dengan hal tersebut, Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa menyatakan bahwa penguatan talenta teknologi menjadi kunci menuju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
“Sebagaimana ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto, semikonduktor adalah fondasi industri masa depan kita dan landasan bagi kemakmuran Indonesia ke depan,” ujar Sigit.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto menekankan bahwa pembangunan industri semikonduktor membutuhkan investasi jangka panjang dalam pengembangan talenta, penguatan riset dan pengembangan, serta integrasi dengan rantai pasok global.
“Dengan 1.000 talenta yang mengikuti kursus ini hari ini, kita melihat masa depan Indonesia cerah, dan kami yakin bahwa mereka yang dilatih oleh Arm akan menjadi pemimpin Indonesia berikutnya di industri semikonduktor,” kata Airlangga.
Program pelatihan Arm akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia melalui kombinasi pelatihan tatap muka dan dukungan infrastruktur global Arm.
Melalui kolaborasi ini, Kemdiktisaintek mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam bidang teknologi strategis. Pengembangan talenta semikonduktor dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas nasional di bidang desain chip, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi digital masa depan yang semakin dibutuhkan di tingkat global.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






