Ditjen Risbang Gelar Inclusive Publication Camp 2026 di Makassar, Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah Berdampak

Kabar

21 May 2026 | 08.45 WIB

Ditjen Risbang Gelar Inclusive Publication Camp 2026 di Makassar, Perkuat Ekosistem Publikasi Ilmiah Berdampak

Makassar - Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan Workshop Inclusive  Publication Camp (In-Camp) Batch-1 Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar, 19-22 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti dosen dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Tengah dan Timur sebagai upaya memperkuat kapasitas publikasi ilmiah bereputasi internasional.


Workshop yang berlangsung secara hybrid dan berkelanjutan ini menghadirkan rangkaian materi strategis, mulai dari strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi, penyusunan struktur artikel ilmiah internasional, penguatan celah riset, hingga pendampingan bedah artikel bersama fasilitator dan pakar publikasi ilmiah. 


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman menegaskan bahwa In-Camp 2026 dirancang untuk memperluas akses publikasi internasional yang inklusif sekaligus memperkuat ekosistem riset nasional yang berdampak.


“Hari ini adalah momentum yang spesial bagi kita semua untuk membangkitkan kekuatan intelektual bersama. Kedaulatan negara tidak hanya diukur dari batas wilayah, tetapi juga dari kemandirian dan kemampuan kita mengembangkan sains dan teknologi,” ujarnya.


Momentum penyelenggaraan In-Camp yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi pengingat penting bahwa penguatan riset, sains, dan publikasi ilmiah merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.


Perumusan novelty dan penyusunan artikel ilmiah dinilai masih menjadi tantangan tersendiri bagi banyak dosen dan peneliti. Oleh karena itu, program In-Camp disiapkan tidak hanya dalam bentuk workshop luring, tetapi juga pendampingan daring secara intensif selama sembilan bulan.


Dirjen Fauzan menambahkan, In-Camp dibangun melalui tiga tahapan, yakni base camp, long track, dan summit push, yang dianalogikan sebagai proses mendaki gunung. Melalui skema tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan berkelanjutan hingga artikel siap dipublikasikan ke jurnal internasional bereputasi.


“Kita ingin para peserta berhasil menembus panggung global melalui jurnal internasional bereputasi. Celah riset juga perlu diarahkan pada kebutuhan masyarakat agar riset menjadi bagian dari ekosistem pemecahan masalah,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Andi Lukman, menyampaikan bahwa program In-Camp menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah perguruan tinggi di Indonesia Timur.


Ia menegaskan bahwa publikasi ilmiah tidak hanya menjadi indikator mutu perguruan tinggi, tetapi juga media penyebarluasan gagasan, inovasi, dan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. 


“Publikasi yang berkualitas akan meningkatkan reputasi dosen, memperkuat akreditasi program studi, serta meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya.


Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Abdul Rakhim Nanda, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan In-Camp Batch-1 Tahun 2026. Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan kampus dalam berbagai program Kemdiktisaintek turut mendorong peningkatan kualitas institusi.


“Kami sangat berterima kasih kepada Kemdiktisaintek dan Ditjen Risbang atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai tuan rumah Batch pertama tahun ini,” ujar Rektor Rakhim.


Melalui Inclusive Publication Camp 2026, Ditjen Risbang Kemdiktisaintek terus mendorong penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah yang inklusif, adaptif, dan berdampak sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi nasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak publikasi ilmiah berkualitas dari perguruan tinggi Indonesia, khususnya kawasan tengah dan timur, sekaligus memperkuat kontribusi riset nasional terhadap pembangunan dan pemecahan masalah masyarakat.


Humas 

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang