Jakarta—Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto resmi melantik Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam), dan pejabat di lingkungan Badan Industri Mineral (BIM), Senin (8/6).
Pejabat-pejabat yang dilantik antara lain:
- Donny Purnomo Januardhi Effyandono sebagai Kepala BSN
- Marceau Armstrong Fillex Haurissa sebagai Direktur Polnam Periode Tahun 2026-2030
- Irwanda Wisnu Wardhana sebagai Kepala Sekretariat pada Sekretariat BIM
- Yennita Dewi sebagai Kepala Bagian Organisasi, Sumber Daya Manusia, dan Hukum pada Sekretariat BIM
Dalam sambutannya, Mendiktisaintek menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan bentuk peneguhan amanah untuk memimpin perubahan, membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jabatan pada hakekatnya adalah sebuah tanggung jawab yang harus ditunaikan. Bukan tentang posisi yang dicapai, melainkan tentang dampak yang mampu dihadirkan,” tegas Menteri Brian.
Mendiktisaintek menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat, mulai dari perkembangan kecerdasan artifisial (AI), transformasi digital, teknologi material, energi, dan bioteknologi, hingga perubahan lanskap geopolitik global. Dalam situasi tersebut, daya saing bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan, mendorong inovasi, dan membangun kolaborasi yang produktif.
Kepada Kepala BSN, Menteri Brian menekankan pentingnya peran standardisasi dalam mendukung transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, riset, inovasi, dan hilirisasi membutuhkan standar sebagai fondasi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan industri serta inovasi dengan pasar. BSN diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dunia usaha, dan Kementerian/Lembaga terkait,
Sementara itu, kepada Direktur Polnam Periode 2026–2030, Mendiktisaintek mendorong penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah dan dunia industri. Politeknik Negeri Ambon dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan talenta yang siap berkarya, khususnya untuk mendukung potensi Maluku di bidang kemaritiman, perikanan, pariwisata, energi, dan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Setelah mengapresiasi pengabdian Direktur Polnam Periode 2018–2022 dan 2022–2026, Dady Mairuhu, Menteri Brian berharap Politeknik Negeri Ambon terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri agar proses pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, lulusan pendidikan vokasi tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, membangun inovasi lokal, dan menjadi penggerak kemajuan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya peran BIM dalam mendukung agenda hilirisasi nasional dan penguatan kemandirian industri. Indonesia, menurutnya, memiliki sumber daya mineral yang besar, namun nilai sesungguhnya terletak pada kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi nilai tambah, teknologi, industri, dan kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap saudara-saudara dapat membangun tata kelola yang profesional, adaptif, dan berbasis data, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan dunia industri,” ujar Menteri Brian.
Menutup sambutannya, Mendiktisaintek mengajak seluruh pejabat untuk membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, kompetensi, kolaborasi, dan inovasi. Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek berkomitmen terus memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang unggul, inklusif, adaptif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak






