Jakarta — Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan agenda “Multi-Stakeholders Dialogue Towards A Smart Governance: Transformasi Kebijakan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Tengah Disrupsi Kecerdasan Artifisial” yang diselenggarakan di Aula Heritage, Gedung Kemenko PMK, Rabu (26/11).
Sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor turut menghadiri acara tersebut, diantaranya Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, serta perwakilan lembaga pendidikan, pakar kebijakan publik, pemerhati kesehatan mental, organisasi kebencanaan, sektor swasta, dan mitra pembangunan internasional.
Wamen Stella menekankan bahwa kemampuan manusia yang bersifat esensial seperti daya pikir konseptual, kemampuan membaca pola dari data terbatas, hingga empati adalah hal yang tidak dapat digantikan oleh AI dan harus menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan maupun riset.
“Keunggulan manusia terletak pada kemampuan untuk berpikir secara mendalam, mengabstraksi dari informasi yang sedikit, serta berempati kemampuan yang tidak dimiliki mesin. Inilah yang harus menjadi inti transformasi pendidikan kita,” ujar Wamen Stella.
Ia menambahkan bahwa pendidikan tinggi harus memastikan proses belajar tidak hanya berorientasi hasil, melainkan proses yang membentuk integritas dan kemampuan bernalar.
“Tujuan pendidikan bukan semata-mata hasil akhir, tetapi proses yang membuat manusia mampu memahami dunia, mengapresiasi makna, dan mengambil keputusan secara etis. Kebijakan pendidikan harus menjaga agar proses itu tetap tumbuh, bahkan di era AI,” tegas Wamen Stella.
Teknologi AI Harus Digunakan untuk Precision Policy dan Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)
Dalam sesi Keynote Speech, Menko PMK, Pratikno menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh merupakan prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang mencakup kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual.
“Kita menghadapi kompleksitas masalah kesehatan, pendidikan, hingga kebencanaan. Karena itu, teknologi termasuk AI harus digunakan secara bijak sebagai alat bantu untuk mencapai precision policy. Jangan sampai kita menjadi budak teknologi. Justru kitalah yang harus memanfaatkan AI untuk membantu negara mengambil keputusan yang presisi dan efektif,” tegas Menko Pratikno.
Ia menjelaskan bahwa Kemenko PMK telah mengembangkan National Human Development Integrated Dashboard sebagai backbone integrasi data untuk perencanaan, penganggaran, dan intervensi kebijakan berbasis AI.
Menteri Pratikno juga menyoroti pentingnya AI untuk memperkuat ekosistem pendidikan, kesehatan, dan mitigasi bencana tanpa meninggalkan kelompok rentan.
“Teknologi tidak boleh memperlebar kesenjangan. AI harus menjadi alat untuk closing the gap, bukan widening the gap,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Smart Governance
Sesi diskusi Klaster Pendidikan, Kebudayaan, dan Karakter Bangsa membahas bagaimana AI mengubah cara manusia belajar, berinteraksi sosial, serta membangun identitas budaya. Para panelis sepakat bahwa AI harus menjadi katalis untuk memperkuat karakter bangsa, bukan menggantikannya.
Kehadiran Wamendiktisaintek dalam forum ini menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk memastikan bahwa transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan artifisial selalu berpihak pada manusia dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kemdiktisaintek meyakini bahwa AI harus digunakan untuk memperkuat ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi sehingga benar-benar mendorong terwujudnya smart governance serta pembangunan manusia yang unggul, tangguh, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
.jpg&w=3840&q=75)





