Kampus Miliki Peran Strategis dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Kabar

23 Oktober 2026 | 15.00 WIB

Kampus Miliki Peran Strategis dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia

Jakarta—Indonesia memiliki kekayaan budaya yang telah menghasilkan beragam karya kreatif selama ratusan tahun. Batik, tenun, dan berbagai kerajinan lokal mencerminkan potensi kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Namun, potensi tersebut masih perlu dioptimalkan agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.


Sehingga, penguatan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan kreativitas dan kekayaan intelektual menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ekonomi kreatif Indonesia. Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie saat menjadi Speaker Poetic pada The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026, Jumat (23/10).


Wamen Stella menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun keberlanjutan kreativitas. Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat pembelajaran di kelas, tetapi juga institusi yang dapat menjaga pemikiran dan hasil kreativitas agar terus berkembang serta menjangkau masyarakat luas.


“Yang perlu kita lakukan bersama adalah melembagakan kreativitas di perguruan tinggi. Dengan demikian, kita memiliki kontinuitas dan portabilitas. Inilah fokus kerja kita,” tutur Wamen Stella.


Wamen Stella mencontohkan seni tenun di Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Contoh tersebut menggambarkan pengembangan kreativitas berbasis budaya yang dapat dijaga keberlangsungannya sekaligus diperluas jangkauannya. Wamen Stella juga menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kelas-kelas kreatif dan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk mempelajari perkembangan industri kreatif.


“Indonesia tidak pernah kekurangan kreativitas, budaya kita selama ratusan tahun telah menghasilkan kerajinan yang menakjubkan dan indah,” ujar Wamen Stella.


Wamen Stella menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kontinuitas dan portabilitas. Kontinuitas memungkinkan proses menghasilkan gagasan kreatif, dilakukan secara berulang, dan dikembangkan dalam skala ekonomi. Sementara portabilitas memungkinkan kreativitas disebarluaskan melintasi ruang dan waktu, sehingga memiliki nilai ekonomi.


Menurut Wamendiktisaintek, Indonesia masih perlu memperkuat pengembangan merek dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Upaya tersebut penting agar karya kreatif tidak hanya dihasilkan, tetapi juga dapat dikenal, diceritakan, disebarluaskan, dan diperdagangkan secara berkelanjutan.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf), sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menyampaikan bahwa kreativitas berperan menghubungkan berbagai potensi dan upaya pembangunan. Kreativitas memungkinkan warisan budaya berkembang menjadi peluang baru, tradisi melahirkan inovasi, dan teknologi menjadi sarana yang menghubungkan manusia.


“Berbeda dengan sumber daya terbatas yang ada di bawah tanah, kreativitas merupakan sumber daya yang terus tumbuh dan dapat dibagikan. Kreativitas mengubah warisan budaya kita menjadi kemungkinan baru, tradisi menjadi inovasi, dan teknologi menjadi kekuatan yang menghubungkan hati manusia,” jelas Wamenekraf Irene.


Wamenekraf Irene menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan ekosistem yang memungkinkan potensi kreatif menghasilkan manfaat berkelanjutan. Ekosistem tersebut perlu membuka kesempatan bagi identitas lokal untuk dikenal di tingkat global dan memberikan peluang yang setara bagi setiap insan kreatif untuk mengubah gagasan menjadi nilai ekonomi.


Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi dan mengembangkan kreativitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diharapkan dapat memperluas pemanfaatan hasil kreativitas serta meningkatkan nilai tambah kekayaan intelektual Indonesia. 


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang