(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan capaian akademik penting melalui promosi doktor ke-54 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Ukhti Ciptawaty resmi meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi setelah mempertahankan disertasinya yang menyoroti efektivitas program penanggulangan kemiskinan nasional.
Dalam ujian terbuka yang digelar di auditorium kampus, Ukhti memaparkan disertasi berjudul “Efektivitas Program Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia Periode 2000–2022”. Penelitian ini menganalisis Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di 34 provinsi menggunakan pendekatan Threshold Model Least Squares.
Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas kedua program berbeda antarwilayah, dengan sejumlah provinsi seperti Riau, Bengkulu, Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat mencatat dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.Namun, di banyak daerah lain, pengaruh program terhadap pendapatan maupun pengeluaran rumah tangga belum signifikan.
Temuan ini menegaskan bahwa kebijakan berskala nasional tidak selalu memberikan hasil seragam di tingkat lokal. Faktor karakteristik ekonomi, struktur sosial, dan kapasitas implementasi daerah menjadi penentu utama keberhasilan program.
Ujian terbuka dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., dengan menghadirkan tim penguji internal dan eksternal, termasuk Prof. Dr. Devi Valeriani dari Universitas Bangka Belitung. Promotor Prof. Dr. Ambya, S.E., M.Si., bersama Ko-Promotor Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., mendampingi proses penelitian hingga tahap akhir.
Melalui disertasinya, Ukhti menekankan bahwa efektivitas bantuan sosial bukan sekadar distribusi anggaran, melainkan ketepatan desain kebijakan berbasis data dan kebutuhan daerah.
Ketika program tepat sasaran, masyarakat merasakan dampak nyata berupa stabilitas ekonomi rumah tangga dan peluang keluar dari kemiskinan. Sebaliknya, tanpa penyesuaian berbasis wilayah, manfaat program menjadi kurang optimal. Capaian akademik ini tidak hanya menambah deretan doktor di Unila, tetapi juga menghadirkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang relevan dengan agenda nasional pengentasan kemiskinan.
Penelitian Ukhti diharapkan menjadi referensi strategis bagi pemerintah dalam memperkuat efektivitas BPNT dan PKH, sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan yang diusung Kemdiktisaintek dan Kemkomdigi. [Humas]





