UNDIP, Semarang (11/9) – Departemen Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali menyelenggarakan konferensi internasional bertajuk “The 8th International Conference on Environment, Sustainability Issues, and Community Development” (INCRID) 2026 pada Selasa (9/9), di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc. lantai 5, kampus UNDIP Tembalang.
Mengusung tema “Accelerating Circular Economy and Climate Resilience through Environmental Innovation, Artificial Intelligence, and Digital Transformation“, konferensi ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk membahas isu terkait perkembangan teknologi terkini dalam mendukung ketahanan iklim dan ekonomi sirkular.
Ketua Departemen Teknik Lingkungan UNDIP, Dr. Ir. Budi Prasetyo Samadikun, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya perkembangan teknologi dan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan lingkungan saat ini. “Tantangan lingkungan menjadi semakin kompleks. Mengatasi masalah tersebut tidak hanya memerlukan solusi teknologi saja, tapi juga kolaborasi yang kuat, tata kelola lingkungan yang kuat, dan komitmen dari pengambil kebijakan,” ujarnya.
Menurutnya, INCRID hadir sebagai wadah untuk mewujudkan solusi-solusi inovatif demi kelestarian lingkungan. “Melalui INCRID 2026, kami berharap ini bisa mendorong diskusi-diskusi yang bermakna, saling berbagi kerja sama potensial, dan ide-ide besar yang dapat berkontribusi bagi masa depan yang lebih berkelanjutan,” imbuhnya.
Konferensi ini menghadirkan lima pembicara kunci, yaitu Asih Budiati, B.E., MBA., M.Sc. selaku Team Leader ASEAN EU Green Partnership; Richao Chong, Ph.D. dari Wakayama University; Dr. John Bosco Niyomukiza dari Soroti University; Dr. Ir. Haryono Setiyo Huboyo, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. dari Universitas Diponegoro; dan Prof. Sadhan Kumar Ghosh dari International Society of Waste Management, Air and Water.
Selain diisi dengan diskusi panel, konferensi ini juga diisi dengan sesi paralel yang dibagi ke dalam enam topik bahasan, yaitu Environmental Health and Safety, Environmental Science and Technology, Green Infrastructure, Energy Conservation and Efficiency, Urban Development and Resilient Community, dan Sustainable Development.
Dekan Fakultas Teknik UNDIP, Prof. Dr. Ir. Jamari, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi adanya acara ini. Ia berharap konferensi ini mampu mendorong ide-ide baru untuk membangun masa depan yang lebih baik. “Melalui forum ini, kami berharap ini bisa mendorong pertukaran pengetahuan yang mendalam, membangun jejaring riset internasional yang kokoh, serta menghasilkan ide-ide inovatif yang bisa diimplementasikan untuk masa depan yang lebih baik bagi planet kita,” tegasnya.
Senada dengan Prof. Jamari, Direktur Reputasi, Kemitraan dan Konektivitas Global UNDIP, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU., berharap INCRID bisa mendorong publikasi ilmiah yang berkualitas serta berdampak besar bagi masyarakat.
“Universitas Diponegoro berkomitmen terhadap keberlanjutan, riset lingkungan, dan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat. Saya mendorong kita semua untuk melihat INCRID sebagai tidak hanya konferensi tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya kolektif kami untuk memperkuat (hal ini),” pungkasnya. (Komunikasi Publik/UNDIP/Humas FT)





