Gaspoll KMHE 2025: Bukan Sekadar Ajang Balapan, Tetapi Batu Loncatan Inovasi Transportasi Berkelanjutan

Kabar

27 October 2025 | 12.06 WIB

Gaspoll KMHE 2025: Bukan Sekadar Ajang Balapan, Tetapi Batu Loncatan Inovasi Transportasi Berkelanjutan

Di tengah isu global tentang efisiensi energi dan transisi menuju teknologi berkelanjutan, ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berkumpul di Universitas Jember untuk beradu di lintasan uji. Puluhan mobil berdesain unik, ramping, dan futuristik meluncur satu per satu, melintasi arena dengan kecepatan yang diatur dengan hati-hati.

Setiap meter lintasan merupakan wujud nyata dari inovasi, kerja keras, dan kolaborasi mahasiswa dari seluruh penjuru negeri. Mereka datang membawa ide, riset, dan semangat kolaborasi dalam ajang Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2025.

Ajang bergengsi yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kemdiktisaintek tersebut tahun ini bekerja sama dengan Universitas Jember sebagai tuan rumah. Kompetisi ini berlangsung selama tiga hari (24–26 Oktober 2025) dengan memadukan aspek teknis, kreatif, dan kolaboratif. Sebanyak 68 tim finalis dari 44 perguruan tinggi berkompetisi pada dua kategori utama, yaitu:

Prototype: kendaraan masa depan dengan desain futuristik yang berfokus pada efisiensi maksimal), dan

Urban Concept: mobil yang dirancang menyerupai kendaraan harian namun tetap irit energi.

Ketika cadangan bahan bakar fosil semakin menipis dan kebutuhan mobilitas meningkat, para mahasiswa disana memilih untuk tak hanya menonton, tetapi juga turun langsung dalam merancang solusi yang bisa membantu kita masa depan.

Dalam sambutannya, Direktur Belmawa, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T.,M.T., menegaskan bahwa KMHE bukan sekadar kompetisi teknis, tetapi juga perayaan semangat kolaborasi dan persaudaraan akademik.

“Di tempat ini kita menyaksikan bagaimana mahasiswa dari berbagai daerah bersatu membawa nama almamater, saling belajar, dan saling menginspirasi. Inilah wujud nyata bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berjiwa kolaboratif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya gagasan dan solusi nyata bagi tantangan bangsa, khususnya dalam menghadapi menipisnya sumber daya energi fosil dan meningkatnya kebutuhan mobilitas nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya ditantang untuk merancang kendaraan hemat energi, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir sistematis, bekerja lintas disiplin, dan memahami pentingnya inovasi berkelanjutan.

“Kemenangan sejati bukan hanya di podium, tetapi juga dalam kemampuan untuk saling menghargai, berbagi ilmu, dan terus berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang tumbuh bersama demi masa depan inovasi Indonesia yang lebih cerah,” lanjut Benny, Direktur Belmawa.

Sehingga lebih dari sekadar perlombaan, KMHE 2025 adalah laboratorium terbuka tempat ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial bertemu. Mahasiswa belajar bahwa teknologi bukan hanya tentang kecepatan dan daya, tapi juga tentang keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap bumi. Mereka merancang kendaraan yang irit bahan bakar, ramah lingkungan, dan aman digunakan, sembari menanamkan nilai bahwa inovasi sejati lahir dari empati dan kolaborasi.

Di balik setiap baut yang dikencangkan dan setiap kabel yang disambungkan, ada mimpi besar yang tumbuh. KMHE 2025 menjadi bukti bahwa inovasi tak selalu dimulai dari laboratorium besar atau teknologi mahal. Kadang, ia berawal dari tangan-tangan mahasiswa yang berani mencoba, dari ide-ide kecil yang dirakit bersama, dan dari keyakinan bahwa masa depan bisa dirancang.

/

5

Ulas Sekarang