Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Transformasi Tridarma Pendidikan Tinggi, Hadirkan Kampus Berdampak

Kabar

08 March 2026 | 18.45 WIB

Wamendiktisaintek Fauzan Dorong Transformasi Tridarma Pendidikan Tinggi, Hadirkan Kampus Berdampak

Denpasar–Peran perguruan tinggi dalam mendorong kemajuan bangsa semakin krusial melalui penguatan ekosistem riset dan pengabdian kepada masyarakat. Data nasional berdasarkan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) menunjukkan saat ini terdapat hampir 10 juta mahasiswa yang menempuh pendidikan di 4.416 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) Provinsi Bali sendiri berada pada angka 40,69%, melebihi angka rata-rata nasional yang masih berada pada angka 32,89%. Potensi besar tersebut menuntut perguruan tinggi tidak hanya fokus pada proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat kontribusi riset dan pengabdian kepada masyarakat agar memberikan dampak nyata bagi pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Fauzan saat menghadiri Dies Natalis ke-44 Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Bali, Minggu (8/3).

Dalam momentum yang mengusung tema “Impactful Teaching University” ini, Wamen Fauzan mendorong perguruan tinggi untuk melaksanakan transformasi tata kelola tridarma perguruan tinggi. Menurut Wamen Fauzan, penguatan dan percepatan kinerja dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi kunci agar perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan atau publikasi ilmiah. tridarma perguruan tinggi seharusnya diimplementasikan secara saling terhubung agar dapat memberikan dampak yang nyata bagi pembangunan,” ujar Wamen Fauzan.

Dalam paparannya, Wamendiktisaintek menekankan bahwa arah kebijakan transformasi pendidikan tinggi saat ini mendorong konsep kampus berdampak, yaitu perguruan tinggi yang mampu menghubungkan kegiatan akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi solusi dari kebutuhan masyarakat dan pengembangan daerah.

Wamen Fauzan juga mengingatkan pesan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto bahwa kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan. Menurutnya, kampus hebat bukanlah kampus yang hanya meluluskan mahasiswa hebat sejak awal, melainkan kampus yang mampu mengubah mahasiswa biasa menjadi lulusan yang luar biasa.


“Kita harus merenungi bersama apa yang disampaikan oleh Pak Presiden. Hanya dengan pendidikan yang bermutu, bangsa Indonesia akan bisa berdiri di atas kaki sendiri,” tegas Wamen Fauzan.


Kolaborasi Siapkan Bonus Demografi 


Wamendiktisaintek kemudian memaparkan kondisi demografi Indonesia, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Menurut Wamen Fauzan, mahasiswa yang saat ini berada di bangku kuliah adalah generasi yang dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang akan menentukan arah Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045. 


“Pada 2025, sekitar 68,95% penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” tegas Wamen Fauzan.


Untuk mewujudkannya, tentu kampus tidak bisa jika berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, Wamen Fauzan mengusulkan pembentukan konsorsium perguruan tinggi di Bali, agar kampus dapat berkolaborasi dalam menjawab persoalan besar di daerah, seperti masalah lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pembangunan sosial.


“Harus ada kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri, dan masyarakat,” tegas Wamen Fauzan.


Menanggapi Wamen Fauzan, Rektor Unmas I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, menuturkan bahwa tema peringatan Dies Natalis ke 44 bukan hanya program seremonial. Tema ini menurutnya, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam penguatan kualitas perguruan tinggi, dan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas akademik.


Ditambahkan Rektor Unmas, pihaknya telah melakukan penguatan kepemimpinan di beberapa bidang penting, seperti bidang profesor dan pengembangan guru besar, bidang teknologi informasi, serta bidang hukum dan kemasyarakatan.


“Unmas memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan masyarakat. Hingga saat ini Unmas terus mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik tetapi juga integritas moral,” ungkap Rektor Unmas.


Tema yang diangkat dalam Dies Natalis ke-44 Unmas Denpasar dinilai sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi nasional, yang menempatkan kampus sebagai institusi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Wamen Fauzan menyatakan optimis bahwa perguruan tinggi dapat menjalankan perannya sebagai kontributor nyata untuk masyarakat secara optimal.


Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkomitmen untuk terus mendorong peran strategis kampus dalam pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah. Melalui penguatan kualitas pembelajaran, riset yang solutif, serta pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa sekaligus melahirkan sumber daya manusia unggul yang berdaya saing di tingkat nasional maupun global.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak

#Kampustransformatif


/

5

Ulas Sekarang