Jakarta-Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu, Siswo Pramono. Pertemuan ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan studi tentang Indonesia di Australia sekaligus membuka peluang mobilitas akademisi, dan tenaga terampil Indonesia ke tingkat global. Pertemuan ini berlangsung di gedung Kemdiktisaintek, Kamis (5/2).
Mendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan pekerja, dan jumlah pekerja yang terlatih sebagai penanda kemajuan suatu bangsa. Hal ini tentu bisa diwujudkan dengan melibatkan kampus, agar menghasilkan lulusan yang kompetitif.
“Presiden Prabowo meminta agar kementerian terus meningkatkan kemampuan pekerja serta memperbanyak jumlah tenaga kerja terlatih melalui kolaborasi dengan kampus yang telah dipersiapkan. Upaya ini penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dengan lulusan yang memiliki keterampilan dan keahlian khusus,” ujar Menteri Brian.
Salah satu fokus kerja sama adalah penguatan pusat-pusat studi Bahasa Indonesia dan kajian Indonesia di Australia yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Melalui skema kolaborasi dan pertukaran mahasiswa serta peneliti, sejumlah pusat studi yang sebelumnya berpotensi ditutup kini dapat dipertahankan, termasuk melalui proyek percontohan yang telah berjalan di Tasmania.
Selain itu, kedua negara mendorong pembentukan forum kajian kebijakan Indonesia–Australia yang akan menghasilkan rekomendasi kebijakan secara berkala. Forum ini dirancang sebagai wadah dialog akademisi dan praktisi dari kedua negara untuk membahas isu-isu strategis, seperti kohesi sosial, pluralisme, serta tantangan global di bidang ekonomi, energi, dan teknologi.
Kerja sama juga diperluas melalui penguatan jejaring universitas dan lembaga riset, termasuk optimalisasi peran Australia–Indonesia Centre (AIC) sebagai platform kolaborasi riset bersama. Sinergi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas riset sekaligus memperluas dampak kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.
Pembahasan memperdalam bidang ketenagakerjaan, dengan fokus pengembangan skema penyiapan tenaga kerja terampil Indonesia, seperti perawat, caregiver, dan tenaga teknis lainnya, melalui pelatihan dan sertifikasi di dalam negeri sebelum memasuki pasar kerja internasional. Skema ini menekankan kesiapan kompetensi, perlindungan tenaga kerja, serta keberlanjutan karier.
Inisiatif kerja sama antara Indonesia dan Australia diharapkan semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, memperkuat hubungan bilateral, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia di tingkat global.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






