Festival of Ideas Putrajaya 2025: Bangun Ketahanan dan Kolaborasi Global melalui Pendidikan

Kabar

05 November 2025 | 22.34 WIB

Festival of Ideas Putrajaya 2025: Bangun Ketahanan dan Kolaborasi Global melalui Pendidikan

Putrajaya-Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus lakukan penguatan sinergi regional dalam bidang pendidikan tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto pada Festival of Ideas 2025 di Putrajaya, Malaysia. Salah satu agenda dalam festival ini, Higher Education Ministerial Forum, menjadi wadah dialog transformatif bagi para pemimpin pendidikan tinggi dari kawasan Asia Tenggara, Rabu (5/11).

Sebagai pembicara kunci, Menteri Brian menyoroti pentingnya riset yang berdampak, dan keterlibatan industri sejak tahap awal pelaksanaan riset atau penelitian.

“Kunci keberhasilan riset adalah kolaborasi antara universitas, pemerintah, industri, dan media. Hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Menteri Brian.

Mendiktisaintek juga mendorong peningkatan kolaborasi lintas batas di kawasan Association of South East Asian Nations (ASEAN). Menteri Brian menegaskan bahwa sains dan pendidikan merupakan diplomasi terbaik antar-bangsa.

“Ilmu pengetahuan tidak memiliki batas negara. Kolaborasi antar-universitas di ASEAN harus diperkuat melalui program riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan joint degree agar manfaat pendidikan semakin luas,” tambah Menteri Brian.

Kolaborasi Riset Regional

Forum ini menghadirkan tiga panelis utama, yaitu Chairperson of the Commission on Higher Education (CHED) Republik Filipina, Shirley Castañeda Agrupis, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Brian Yuliarto, dan Director of Malaysian Inclusive Development and Advancement Institute (MINDA-UKM), Tan Sri Dato’ Seri Noor Azlan bin Ghazali.

Higher Education Ministerial Forum menghadirkan dialog mendalam tentang transformasi pendidikan tinggi dan perannya dalam menghadapi tantangan global.

Melanjutkan pernyataan Mendiktisaintek, Ketua Delegasi dari negara Filipina, Shirley Agrupis menekankan perlunya kebijakan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan. Dia mengusulkan penguatan kemitraan antarpemerintah untuk mewujudkan sistem pendidikan tinggi yang tanpa batas.

“Kita perlu bergerak dari kemitraan universitas ke universitas menuju kerjasama antar pemerintah untuk menciptakan pendidikan tinggi yang benar-benar lintas batas,” ujar Shirley.

Lebih lanjut Menteri Pendidikan Tinggi Malaysia, Datuk Seri Diraja Zambry bin Abdul Kadir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para delegasi, serta menekankan pentingnya kolaborasi antar-negara anggota ASEAN.

“Kerajaan masa depan bukan dibangun atas penaklukan, melainkan atas kekuatan pikiran. Sumber daya paling berharga kini bukan di bawah tanah, tetapi di dalam benak manusia,” ungkap Datuk Seri Diraja Zambry.

Datuk Seri Diraja Zambry menegaskan bahwa Festival of Ideas 2025 bukan sekadar acara, melainkan gerakan intelektual lintas generasi untuk membangun “kerajaan pikiran” yang berlandaskan kebijaksanaan, kasih sayang, dan ketahanan.

Diplomasi Pendidikan 

Partisipasi aktif Kemdiktisaintek dalam Festival of Ideas 2025 menjadi komitmen Indonesia, untuk terus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi.

Para panelis sepakat bahwa pendidikan adalah investasi dalam karakter manusia. Forum ini menegaskan kembali peran pendidikan sebagai diplomasi terbaik di tengah dinamika global yang menghubungkan bangsa melalui ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan kolaborasi.

Sesi dialog tersebut ditutup dengan merangkum lima poin utama, yaitu kolaborasi kampus dengan industri sebagai kunci inovasi berdampak, diplomasi pendidikan ASEAN melalui kemitraan lintas negara, kebijakan publik yang adaptif dan berorientasi keberlanjutan, kepemimpinan akademik yang inklusif dan inovatif, serta penguatan kompetensi global bagi lulusan masa depan.

Melalui semangat transformasi lintas negara ini, Kemdiktisaintek berkomitmen untuk terus memperkuat peran Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, adaptif, dan berdaya saing global demi mewujudkan masa depan pendidikan yang tangguh, berkeadilan, dan berkelanjutan di kawasan ASEAN dan dunia.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Kemdiktisaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang