Kemdiktisaintek Luncurkan PPDS di USK dan UNIMAL, Perkuat SKA Wilayah I

Kabar

01 May 2026 | 17.00 WIB

Kemdiktisaintek Luncurkan PPDS di USK dan UNIMAL, Perkuat SKA Wilayah I

Banda Aceh — Akselerasi pemenuhan dan distribusi dokter spesialis di wilayah Barat Indonesia terus diperluas dan diperkuat. Dan untuk memenuhi tujuan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan program studi baru dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, dan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Aceh Utara, pada Jum’at (30/4).


Rangkaian peluncuran program studi baru dokter spesialis di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) dan Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh (FK UNIMAL), juga diikuti dengan  koordinasi Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah I terkait isu strategis pemenuhan dan pendayagunaan tenaga medis serta tenaga kesehatan. SKA adalah integrasi pendidikan kedokteran, riset, dan pelayanan kesehatan (rumah sakit pendidikan) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.


Peluncuran program studi baru dokter spesialis ini dihadiri langsung oleh oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek beserta jajaran, para Rektor dari Universitas Syiah Kuala, Universitas Malikussaleh, Universitas Sumatera Utara, Universitas Abulyatama, dan Universitas Al Muslim, serta para pemangku kepentingan daerah. 


Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi dan kegembiraannya atas kesiapan Unimal dalam membuka program spesialis tersebut. Ia menegaskan pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk memperluas akses dan pemerataan pendidikan dokter spesialis di seluruh Indonesia.


“Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan Barat Indonesia,” ujarnya.


Ia menambahkan, Pemerintah sudah menargetkan pembukaan 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Dan hingga saat ini target tersebut telah terlampaui dengan dibukanya 160 program studi dokter spesialis.


“Dengan capaian target yang kita torehkan hari ini, maka akses, mutu, dan layanan kesehatan kepada masyarakat lebih terdistribusi secara merata,” kata Dirjen Khairul Munadi sumringah. 


Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor USK Bidang Akademik, Agussabti, menyampaikan komitmen institusinya dalam mendukung pemerataan layanan kesehatan.


“Pembukaan program ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dokter spesialis, agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah 3T. USK juga terus berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas pembelajaran,” jelasnya.


Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi pemenuhan dokter spesialis/subspesialis sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden RI Prabowo Subianto. Khususnya melalui pembukaan program studi baru dokter spesialis di institusi-institusi pendidikan kedokteran di seluruh Indonesia.


Sementara itu Rektor UNIMAL, Herman Fithra, menekankan urgensi pemerataan akses pendidikan spesialis di wilayah Aceh.


“Kehadiran program pendidikan dokter spesialis ini menjadi langkah penting dalam mendorong pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya. Kami berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan Pak Dirjen,” ujarnya.


Dengan hadirnya program studi spesialis baru di FK USK dan FK UNIMAL, diharapkan akses pendidikan dokter spesialis di wilayah Aceh dan sekitarnya semakin terbuka luas. Sekaligus memperkuat ekosistem Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah I demi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.


Satu lagi praktik baik dari kawasan Barat Indonesia sedang digulirkan.


/

5

Ulas Sekarang