Dorong Gen Z Jadi Agen Perubahan, UNNES Perkuat Gerakan Antinarkoba, Antikorupsi, dan Antikekerasan

Kampus Kita

15 Agustus 2026 | 18.15 WIB

Dorong Gen Z Jadi Agen Perubahan, UNNES Perkuat Gerakan Antinarkoba, Antikorupsi, dan Antikekerasan

Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong mahasiswa, khususnya generasi Z, tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian UNNES Fair yang tidak hanya memperkenalkan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai gerakan antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan.

UNNES Fair menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru dengan menghadirkan berbagai aktivitas dan organisasi kemahasiswaan. Sebanyak 72 UKM berpartisipasi dengan 40 stan yang memberikan informasi kepada mahasiswa baru mengenai pilihan kegiatan sesuai bakat, minat, dan pengembangan karakter.

Wakil Rektor I UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menjelaskan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kemahasiswaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus belajar berorganisasi dan berinteraksi dengan lingkungan.

“UNNES selalu mendorong agar mahasiswa tidak semata-mata unggul dalam prestasi, tetapi juga unggul dalam karakter. Salah satu caranya adalah dengan berkegiatan melalui UKM sesuai bakat dan minat,” jelasnya.

Sejalan dengan semangat kampus berdampak dan UNNES konservasi, rangkaian UNNES Fair juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai pesan edukatif yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Salah satunya melalui kampanye antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan yang digagas secara kolaboratif oleh Direktorat Umum dan Sumber Daya Manusia (DUSDM), Kantor Hukum UNNES, Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPKS), serta UKM Gerhana.

Kepala Seksi Aset UNNES, Agung Wiyanto, S.Pd., menjelaskan gerakan tersebut awalnya merupakan program DUSDM yang kemudian dikembangkan melalui kolaborasi lintas unit. Kolaborasi dilakukan karena terdapat kesamaan perhatian terhadap upaya pencegahan di lingkungan kampus.

“Gerakan ini tidak cukup hanya dilakukan oleh satu unit. Setelah kami kaji, ternyata ada beberapa unit di UNNES yang memiliki gerakan dan perhatian yang sama, yaitu antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan. Karena itu, kami berpikir gerakan ini perlu dikolaborasikan,” jelasnya saat diwawancarai di depan Lapangan Dumafi FIK UNNES, Kota Semarang, Sabtu (15/8/2026).

Agung menambahkan, pendekatan kampanye disesuaikan dengan karakter mahasiswa generasi Z yang dekat dengan teknologi dan media digital. Karena itu, tim memilih pendekatan jemput bola dengan mendatangi mahasiswa di titik-titik keramaian kampus sekaligus mengarahkan mereka pada informasi edukatif yang dapat diakses secara digital.

“Sekarang kami akan mendatangi massa, menyelami dunia mereka. Harapannya, gerakan ini bisa menjadi lebih masif dan semakin banyak muncul agen antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan,” jelasnya.

Pengunjung juga diajak mengakses serta menyebarluaskan konten kampanye melalui media sosial. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus mendorong mahasiswa untuk turut menyampaikan pesan positif kepada lingkungan sekitarnya.

Selain mengangkat isu antinarkoba, antikorupsi, dan antikekerasan, kampanye tersebut turut membawa pesan kepedulian lingkungan melalui pembagian tas belanja sebagai alternatif penggunaan plastik sekali pakai.

Agung mengatakan kampanye lingkungan menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan positif mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, gerakan kepedulian di lingkungan kampus perlu dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan sivitas akademika.

“Gerakan ini tidak hanya berpikir untuk kampanye antinarkoba, antikekerasan, dan antikorupsi, tetapi juga kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Kami harapkan juga timbul gerakan cinta lingkungan,” katanya.

Kampanye tersebut akan terus dikembangkan melalui kegiatan dan stan edukasi di sejumlah titik keramaian UNNES. Kolaborasi lintas unit juga diarahkan agar pesan pencegahan dapat disampaikan secara berkelanjutan kepada mahasiswa.

Melalui rangkaian UNNES Fair dan kampanye kolaboratif tersebut, UNNES tidak hanya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat, tetapi juga mendorong terbentuknya karakter yang berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab.

Mahasiswa generasi Z diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu mengambil peran sebagai agen perubahan dalam membangun lingkungan kampus yang aman, berintegritas, bebas narkoba dan kekerasan, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

UNNES

ANTI KORUPSI

/

5

Ulas Sekarang