Dirjen Risbang Dorong Penguatan Riset Berdampak di Forum LPPM BKS-PTN Barat 2025

Kabar

06 November 2025 | 19.28 WIB

Dirjen Risbang Dorong Penguatan Riset Berdampak di Forum LPPM BKS-PTN Barat 2025

Tanjung Pinang - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan menjadi narasumber dalam Forum Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat yang diadakan di Auditorium Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Kamis (6/11).

Kegiatan dengan tema “Sinergi Penelitian dan Pengabdian terhadap Arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)” ini bertujuan untuk berbagi arah kebijakan riset nasional serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dalam mendukung implementasi riset berdampak.

Sebagai representasi yang telah cukup lama bergelut di bidang penelitian dan pengembangan, dalam paparannya, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman, menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap kegiatan riset di perguruan tinggi.

Menurutnya, riset seharusnya tidak dipandang sebagai beban administrasi, tetapi sebagai sarana untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.

“Kita ingin mengubah pandangan bahwa riset itu adalah beban. Dulu riset lebih dikenal sebagai kegiatan yang menyedot anggaran, tapi sekarang kita dorong riset agar dapat berkontribusi dan benar-benar berdampak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa paradigma baru riset nasional menekankan keseimbangan antara kepentingan akademik dan kebutuhan industri. Dirjen Fauzan juga membagikan refleksi menarik dari pengalamannya berdiskusi dengan seorang kolega profesor di Universitas Oxford, Inggris, yang aktif melakukan publikasi sekaligus mengembangkan perusahaan berbasis hasil risetnya.

“Profesor itu bilang, riset yang dihilirkan menjadi perusahaan bisa menjadi bekal pensiun, berkontribusi melalui perusahaan-perusahaan yang ia dirikan, duduk sebagai komisaris. Ini menurut saya cita-cita sebagai akademisi yang bisa kita bangun di Indonesia,” tuturnya.

Dari sisi penyelenggara, Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin menyambut dengan antusias acara ini dan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh dari pimpinan universitas atas terselenggaranya forum tersebut.

“Pak Rektor, Agung Dhamar Syakti, sangat antusias ketika kami menyampaikan bahwa UMRAH menjadi tuan rumah Forum Kepala LPPM ini. Beliau berharap kegiatan ini berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi penguatan riset dan pengabdian di wilayah barat,” ujarnya.

Wahyudin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan hasil riset agar tidak hanya berhenti pada publikasi, melainkan mampu menciptakan dampak bagi industri dan mendorong mahasiswa lebih aktif dalam kegiatan penelitian.

“Kalau hasil riset kita digunakan oleh industri, manfaat terbesar akan dirasakan oleh mahasiswa. Kalau risetnya kaya dan lab-nya hidup, maka mahasiswanya juga akan aktif melakukan riset. Inilah atmosfer yang ingin kita ciptakan, kegiatan akademik yang selain berujung publikasi, tetapi menghasilkan karya yang bermanfaat bagi industri dan masyarakat,” jelasnya.

Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah strategis bagi perguruan tinggi untuk memperkuat jejaring kolaborasi riset dan pengabdian, sekaligus mensinergikan arah kebijakan nasional dengan kebutuhan nyata masyarakat dan industri.

Melalui semangat riset berdampak, riset diharapkan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu menjadi motor penggerak perubahan dan kemajuan bangsa.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi #DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang