Dirjen Risbang: Talenta dan Inovasi Jadi Kunci Mendorong Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Kabar

09 September 2026 | 15.45 WIB

Dirjen Risbang: Talenta dan Inovasi Jadi Kunci Mendorong Indonesia Menuju Negara Maju 2045

Depok — Perkembangan teknologi yang berlangsung semakin cepat menuntut Indonesia untuk membangun ekosistem inovasi yang mampu menghubungkan pengembangan talenta, riset, teknologi, dan kebutuhan industri. Penguatan inovasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong Indonesia menuju negara maju pada 2045.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman dalam keynote speech pada Seminar Nasional Engineering Innovation for Industrial and Future Sustainable Society yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-62 FTUI, Kamis (3/9).

Dirjen Fauzan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), Bioengineering, 3D printing, cloud, dan agentic AI berlangsung secara eksponensial. Kondisi tersebut membuat talenta dan inovasi menjadi modal penting dalam membangun daya saing Indonesia.

“Mata uang baru kita itu bukan teknologi itu sendiri, tetapi bagaimana talenta dan inovasi kita kembangkan,” ujarnya. Dalam konteks pembangunan Indonesia, penguatan inovasi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan membantu Indonesia keluar dari middle income trap. Salah satu upaya yang didorong adalah memperkuat investasi R&D dari sektor swasta melalui kolaborasi dan skema co-funding dengan industri.

Pendekatan riset juga perlu bergeser dari sekadar menghasilkan publikasi menuju riset berbasis problem statement dan challenge-based research yang memiliki pathway to impact. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat berperan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi melalui hasil riset yang memberikan dampak nyata bagi industri dan masyarakat.

Selaras dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kemas Ridwan Kurniawan, menegaskan bahwa perkembangan teknologi, transformasi digital, transisi energi, perubahan iklim, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia engineering.

Menurutnya, peran insinyur tidak lagi sebatas menciptakan teknologi baru, tetapi juga memastikan inovasi mampu menjawab persoalan nyata, memberikan manfaat bagi masyarakat, meningkatkan daya saing industri, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Seminar ini juga menghadirkan Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Pindad, Prima Kharisma. Beliau menekankan pentingnya kedaulatan teknologi dan inovasi dalam negeri agar tidak selalu bergantung dengan pasokan luar negeri.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini memperkuat semangat kolaborasi dalam mendorong pengembangan talenta, riset, inovasi, dan hilirisasi agar mampu memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

/

5

Ulas Sekarang