Perkuat Integritas, Kemdiktisaintek Lantik Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pejabat Fungsional

Kabar

08 September 2026 | 17.45 WIB

Perkuat Integritas, Kemdiktisaintek Lantik Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pejabat Fungsional

Jakarta—Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco secara resmi melantik pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kemdiktisaintek, Selasa (8/9).


“Pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji hari ini bukan sekedar proses administratif. Di dalamnya terdapat amanah, kepercayaan, tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kerja yang nyata bagi institusi, negara, dan masyarakat,” ujar Sesjen Badri.


Dalam kesempatan tersebut, dilantik antara lain: 

  1. I Dewa Made Cipta Santosa sebagai Direktur Politeknik Negeri Bali Periode Tahun 2026-2030
  2. Johanis A. Jermias sebagai Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Periode Tahun 2026-2030
  3. Ismet Ruchimat (Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung Periode Tahun 2026-2030)
  4. Pejabat fungsional lainnya di lingkungan Kemdiktisaintek.


Sesjen Kemdiktisaintek menekankan perubahan teknologi yang sangat cepat, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), telah mengubah cara bekerja, belajar, dan merumuskan kebijakan. Indonesia tengah menyongsong puncak bonus demografi. Momentum ini dinilai harus dimanfaatkan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, adaptif terhadap teknologi, berintegritas, dan berkarakter. 


“Karena itu, pendidikan tinggi memegang peran strategis dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, termasuk melalui penguatan pendidikan vokasional yang terhubung erat dengan dunia usaha dan industri, serta mendorong inovasi terapan,” tegas Sesjen Badri.


Arah tersebut sejalan dengan Rencana Strategis (Renstra) Kemdiktisaintek tahun 2025–2029 yang menekankan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang inklusif, adaptif, berdampak, serta berintegritas menuju Indonesia Emas 2045. Amanah yang diterima para pejabat hari ini menuntut perwujudan transformasi pendidikan tinggi melalui kerja nyata, tata kelola yang baik, penguatan talenta, serta inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.


Melalui pelantikan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepemimpinan dan tata kelola kelembagaan di lingkungan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif diharapkan mampu mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. 


Humas

Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang