Sorong-Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menginisiasi agenda Pengenalan Sekolah Garuda, di 16 wilayah seluruh Indonesia, salah satunya di SMA Averos Sorong, Rabu (8/10).
Sekolah Garuda merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto untuk pemerataan pendidikan unggulan di seluruh pelosok Indonesia. Sekolah Garuda hadir untuk memperluas kesempatan agar semakin banyak anak Indonesia dari seluruh pelosok negeri bisa menembus kampus-kampus terbaik dunia.
Menteri Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam video sambutannya secara daring mengungkapkan sekolah ini terintegrasi hingga setiap kabupaten.
“Hari ini, melalui agenda Mengenal Sekolah Garuda, Harapan Baru untuk Pendidikan Unggul, kita bersama-sama meneguhkan komitmen bahwa generasi berkualitas tidak lahir begitu saja, tetapi melalui investasi jangka panjang dan kerja kolektif. Dari Sekolah Garuda inilah kita berharap akan lahir calon-calon pemimpin bangsa yang berakar pada nilai-nilai luhur, berdaya saing global, dan mampu membawa Indonesia berdiri terhormat di panggung dunia,” urai Menteri Brian yang disaksikan dengan penuh antusias oleh Gubernur Papua Barat Daya, Rektor Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Kepala Sekolah SMA Averos Sorong bersama para guru dan siswa, di Aula SMA Averos, Papua Barat Daya (8/10).
SMA Averos Sorong memang dikenal sebagai pelopor pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di kawasan Papua Barat Daya. Kepala Sekolah SMA Averos Sorong, Fitra Awalia mengatakan bahwa sekolahnya tidak hanya mengedepankan pendekatan sains dan teknologi dalam proses belajar mengajar, tetapi juga memiliki catatan prestasi siswa yang gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami telah lama menerapkan program berbasis sains, teknologi, dan matematika. Banyak alumni kami yang sukses menempuh studi di luar negeri dan kini berkarier di berbagai bidang. Jadi SMA Garuda Transformasi ini menjadi tantangan baru bagi kami sebenarnya, dimana siswa-siswi kami diberikan kesempatan setinggi-tingginya untuk mengenyam pendidikan kualitas terbaik dunia. Jadi ini memang merupakan kesempatan besar bagi anak-anak supaya cita-cita mereka tidak cukup hanya mungkin area lokal atau area nasional saja,” terang Fitria.
Kolaborasi Pemerintah
Lebih lanjut, Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu yang hadir secara langsung menyebut pentingnya komitmen untuk bersama membangun bangsa melalui pendidikan. Pemerintah, sebut Gubernur telah menyiapkan langkah strategis, salah satunya melalui program Sekolah Garuda ini.
“Kami datang hari ini di sini karena ingin menaruh harapan kami kepada anak-anak untuk saling mendukung, komitmen kita bersama bahwa masa depan Indonesia ini ditentukan oleh generasi anak dan cucu kita, maka tugas kita adalah mendorong mereka,” tegas Gubernur Elisa.
Gubernur kemudian menyebut bahwa di era persaingan global setiap anak harus mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan memiliki keterampilan. Selain itu setiap anak juga harus memiliki karakter dan kepribadian, serta iman. Menurut Gubernur, penguasaan iptek tanpa dibekali karakter dan keimanan yang baik, maka tidak akan menciptakan manfaat yang besar.
“Saya ingin menegaskan di sini bahwa untuk meraih masa depan, orang-orang yang akan mampu bertahan di era yang sangat kompetitif global, yang pertama mengerti pengetahuan, menguasai teknologi, harus memiliki keterampilan. Itu belum cukup. Dia harus memiliki karakter iman kepribadian yang kuat yang memberi manfaat untuk masyarakat,” terang Gubernur.
Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk yang juga memberikan sambutan secara daring. Wamen Ribka memberikan dukungannya dalam Program Pengenalan Sekolah Garuda. Wamendagri secara tegas menyebut program ini menjadi upaya strategis dalam transformasi pendidikan di wilayah Papua.
Menurut Wamen Ribka, Sekolah Garuda hadir sebagai tempat siswa ditempa menjadi pemimpin masa depan, generasi yang berpikir besar, bekerja keras dan berjiwa pengabdian, serta menjadi bagian dari perjalanan besar menuju Indonesia emas, 2045.
Kepada para siswa, Wamendagri meminta agar selalu semangat, cerdas, tangguh dan berhati mulia sebagai penerus dan penjaga masa depan Indonesia.
“Kegigihan kalian hari ini akan menjadi sayap yang mengantarkan kalian menembus dunia. Belajarlah dengan semangat, berbuatlah dengan hati dan teruslah percaya bahwa masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Jadilah anak bangsa yang cerdas, tangguh dan berhati mulia karena kalian bukan hanya pelajar. Kalian adalah penerus dan penjaga masa depan negeri ini. Terbanglah tinggi Garuda Muda.Banggakan Indonesia dengan ilmu, karakter dan pengabdian,” pungkas Wamen Ribka.
Sebagai pihak kampus yang mendampingi SMA AVEROS sebagai Sekolah Garuda Transformasi, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong (Unimuda Sorong) Rustamadji juga menyatakan dukungannya untuk program Presiden ini.
"Kami turut berbahagia dan tentunya kami sangat mendukung penuh program ini, bahkan kami perguruan tinggi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong sangat siap bila dipercayakan menjadi Kampus pendamping Sekolah Garuda baik yang ada di Tanah Papua maupun di luar Papua,” ujar Rektor Rustamadji.
Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Hasan Chabibie juga menyampaikan apresiasi kepada Unimuda Sorong yang sudah berpartisipasi dan memfasilitasi agenda Pengenalan Sekolah Garuda Transformasi SMA Averos di Papua Barat Daya.
“Ini adalah program yang luar biasa dari Bapak Presiden di sektor pendidikan. Harapannya program ini dapat semakin meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Provinsi Papua Barat Daya,” ujar SAM Hasan.
Pengenalan Serentak di 16 titik
Pengenalan serentak Sekolah Garuda yang berlangsung Rabu (8/10), terdiri atas 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan empat titik lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru. Sebanyak 12 Sekolah Garuda Transformasi meliputi SMAN 10 Fajar Harapan, Aceh; SMA Unggul Del, Sumatera Utara; MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan; SMAN Unggulan MH Thamrin, DKI Jakarta; SMA Cahaya Rancamaya, Jawa Barat; SMA Taruna Nusantara, Jawa Tengah; SMA Pradita Dirgantara, Jawa Tengah; SMAN 10 Samarinda, Kalimantan Timur; SMAN Banua BBS, Kalimantan Selatan; MAN Insan Cendekia Gorontalo, Gorontalo; SMAN Siwalima Ambon, Maluku; dan SMA Averos Sorong, Papua Barat Daya.
Kemudian empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru yang juga turut dikenalkan terdapat di Belitung Timur; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.
Hingga 2029, pemerintah menargetkan membina 80 sekolah untuk Sekolah Garuda Transformasi. Sedangkan untuk Sekolah Garuda Baru, target yang dicanangkan adalah membangun 20 sekolah hingga 2029.
Menteri Brian mengungkapkan bahwa kemdiktisaintek mendapat amanah untuk mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pemerataan kesempatan, pembentukan karakter, serta penyiapan generasi Emas Indonesia 2045 di bidang sains dan teknologi.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif #Sekolahgaruda






