Di tengah kondisi pascagempa yang masih darurat di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mahasiswa KKN Tematik Tanggap Bencana (KKN-TB) Universitas Hasanuddin (Unhas) menunjukkan respons cepat saat seorang warga mengalami cedera serius pada ibu jari tangan kanan, Selasa (25/8/2026).
Warga Kampung Gongger Bawah, Desa Satarpunda Barat, Kecamatan Lambaleda Utara, tersebut mengalami kecelakaan saat bekerja sebagai tukang kayu. Cedera menyebabkan bagian atas ibu jari hampir terputus hingga mengenai tendon.
Anggota KKN-TB Unhas Muhammad Aflahal Mukmin segera melaporkan kondisi tersebut kepada anggota tim yang memiliki latar belakang kesehatan. Pertolongan awal kemudian dilakukan oleh Lantar Maulana Anugerah Daiva dan Reynhard Kanna Lengkong dari Program Studi Pendidikan Dokter serta Muhammad Rizky Rivaldo dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi.
Tim membersihkan luka dan memberikan penanganan awal sebelum korban dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) Satarpunda Barat. Dengan kondisi infrastruktur dan akses yang masih terdampak gempa, proses evakuasi dilakukan secara cepat dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Setelah mendapatkan penanganan di Pustu, korban dirujuk ke Rumah Sakit Darurat Borong Kolong Reo Atas untuk penanganan lebih lanjut, termasuk tindakan penjahitan pada luka ibu jari.
Menurut Aflahal, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan logistik. Akses layanan kesehatan dan kemampuan merespons kondisi darurat secara cepat juga menjadi kebutuhan penting selama masa tanggap bencana.
Satarpunda Barat merupakan wilayah Ring 1 dalam operasi KKN-TB Unhas Gelombang 117, sehingga mahasiswa melakukan pemantauan dan pelayanan secara intensif di tengah masyarakat.
Respons tersebut menjadi salah satu wujud kehadiran mahasiswa dalam membantu masyarakat terdampak gempa. Selain menjalankan program yang telah dirancang, mahasiswa juga dituntut peka terhadap kebutuhan dan kondisi darurat yang muncul di lapangan.
Melalui KKN-TB, pengetahuan dan kepedulian mahasiswa hadir langsung di tengah masyarakat—bukan hanya saat keadaan normal, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan paling cepat.






