Bandung-Delegasi Joint Working Group (JWG) Indonesia - Inggris 2025 yang terdiri dari perwakilan perguruan tinggi Indonesia dan Inggris Raya melakukan visitasi ke Institusi Teknologi Bandung (ITB) Science Techno Park (STP) untuk melihat langsung ekosistem riset, inovasi, dan kolaborasi industri yang sedang dikembangkan, Senin (17/11).
Kunjungan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam rangka memperkuat kerja sama pendidikan tinggi kedua negara, terutama dalam mendukung percepatan implementasi University 4.0 yang berorientasi pada sains, teknologi, dan hilirisasi hasil riset.
Direktur Kawasan Sains dan Teknologi ITB Science Technopark, R. Sugeng Joko Sarwono menjelaskan bahwa ITB STP kini berfungsi sebagai pusat kolaborasi akademik dan industri yang mendorong mahasiswa, peneliti, dan wirausaha muda untuk mengembangkan inovasi hingga tahap komersialisasi. Joko menambahkan bahwa ekosistem inovasi di ITB terus berkembang dengan meningkatnya kemitraan industri.
“Tahun ini saja kami telah menyusun sekitar 40 proposal kolaborasi inovasi. Kami berharap semakin banyak industri yang bergabung dalam ekosistem ini,” jelasnya.
Pada kunjungan tersebut, delegasi juga berkesempatan meninjau langsung beberapa fasilitas berupa laboratorium Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDCC), Laboratorium MUTU-EBM serta Laboratorium Smart City & Community Innovation Center (SCCIC).
Salah satu Perwakilan dari Politeknik Negeri Jakarta, Rika Novita Wardhani mengaku senang dapat menjadi salah satu delegasi dari Perguruan Tinggi Indonesia pada acara JWG Indonesia-Inggris 2025. Melalui kegiatan ini, Rika berharap dapat menjalin kolaborasi internasional.
“Harapannya dapat terjalin kolaborasi internasional seperti pertukaran mahasiswa, dual degree maupun joint degree agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya kita,” jelas Rika.
Sementara delegasi dari Inggris lima perwakilan perguruan tinggi: Alliance Manchester Business School, NCUK University Pathways, University of the West of England, University of Leicester, dan University of Nottingham Malaysia, serta dua perusahaan penyedia jasa pendidikan: The Association of Chartered Certified Accountants (ACCA) dan Pearson.
Melalui visitasi ini, kedua negara memperkuat kerja sama dalam pendidikan lintas negara (transnational education), riset dan pengembangan bersama, serta alih teknologi dan komersialisasi sebagai bagian dari penguatan ekosistem inovasi Indonesia–Inggris.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






