Ada istilah yang akrab di telinga mahasiswa: “kupu-kupu” — kuliah pulang, kuliah pulang. Sebuah rutinitas yang aman, namun bagi Hatta Dewantara, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta, rutinitas semacam itu justru menjadi alasan ia melangkah ke arah yang berbeda. Sejauh ini, ia telah mengantongi total 17 penghargaan — 15 di tingkat nasional dan 2 di tingkat internasional — yang membawanya menyandang predikat Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta 2025 sekaligus Mahasiswa Berprestasi 3 tingkat universitas pada 2026.
17 Gelar dalam Satu Periode: Daftar Prestasi yang Berbicara
Berdasarkan rekomendasi resmi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untirta untuk Mahasiswa Berprestasi Periode 2025–2026, jejak prestasinya terbentang dari kampus ke kampus. Ia membuka rekam jejaknya dengan Juara 1 National Social Project Competition Ramadhan di Universitas Gadjah Mada, lalu berlanjut dengan gelar Juara 1 sekaligus Best Speaker pada Lomba Debat Nasional IIB Darmajaya. Di ranah Business Plan yang menjadi spesialisasinya, ia mengumpulkan gelar Juara 1 pada National Business Plan Competition Action 2025, National Social Project Competition Empowernesia, National Business Model Canvas Ecofest 2025, hingga Business Plan Competition Co-Oppreneur Fest 2025.
Tak berhenti di situ, langkahnya berlanjut hingga ke Bali, tempat ia memboyong Gold Medal sekaligus Best Paper dan Poster Terfavorit pada National Business Plan Competition Idea Fest 4. Ia pun turut mencatatkan Juara 2 pada Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional dan Cooperative Month UGM, serta dua gelar Juara Harapan pada Business Case Competition Koperasi Mahasiswa Fair dan Idea Fest 4 Bali.
Yang membuat rekam jejaknya semakin istimewa, prestasi Hatta bahkan menembus panggung internasional. Di Nanyang Technological University, Singapura, ia memboyong predikat Grand Champion sekaligus 1st Winner, Gold Medal, dan Favorite Poster — empat penghargaan sekaligus dalam satu kompetisi bergengsi. Langkahnya berlanjut hingga Universiti Putra Malaysia (UPM), di mana ia membawa pulang Silver Medal pada International Essay Competition sub-tema Tourism & Culture pada tahun 2026 — membuktikan bahwa kemampuannya tidak terbatas pada Business Plan, tetapi juga merambah dunia kepenulisan ilmiah lintas negara.
Dari 15 gelar nasional tersebut, tujuh di antaranya adalah gelar Juara 1 — sebuah konsistensi yang jarang ditemui dalam dunia kompetisi mahasiswa yang sangat kompetitif. Capaian ini juga mencerminkan fokus utama Hatta pada bidang Business Plan, meski ia turut membuktikan kapasitasnya di bidang debat dan proyek sosial.
Juara di Kampus Top 3: Sebuah Mukjizat dari UGM
Dari sekian banyak pengalaman bertanding melawan kampus-kampus ternama seperti UNS dan UGM, satu momen tetap melekat paling dalam di benak Hatta: kompetisi National Social Project di Universitas Gadjah Mada pada tahun 2025, yang turut menyumbang gelar Juara 1 dalam daftar prestasinya.
“Semua lomba sebetulnya berkesan dengan keseruannya masing-masing. Akan tetapi kalau diambil sampel satu, lomba yang berkesan adalah ketika saya mengikuti lomba Business Plan yang diadakan Universitas Gadjah Mada di tahun 2025. Karena memang setiap lomba yang penyelenggaranya adalah universitas top 3, pesertanya bisa sampai ratusan hingga ribuan. Bisa juara di kampus top adalah suatu mukjizat bagi saya.”
Dari Forecasting hingga Memimpin Tim
Di balik kemenangan-kemenangan itu, peran Hatta tidak sekadar tampil di hadapan juri. Rekan-rekan timnya kerap mempercayakan posisi Ketua Tim kepadanya — sebuah amanah yang mengharuskan ia mengoordinasikan seluruh anggota agar setiap jobdesc berjalan sesuai rencana.
“Tugas saya mengoordinir rekan-rekan tim supaya mengerjakan jobdesc-nya. Namun untuk jobdesc utama saya sebetulnya adalah forecasting biaya yang dibutuhkan untuk menciptakan platform business, membuat beberapa analisis seperti pentahelix, dan membantu kepenulisan. Setelah jobdesc saya selesai, baru saya bantu yang lain apabila mengalami kesulitan.”
Dari Prestasi Pribadi, Lahir Ekosistem Baru di FEB
Dampak dari rangkaian prestasi Hatta tidak berhenti pada dirinya sendiri. Tim yang dipimpinnya berhasil meraih kesempatan Hibah Internal, yang memungkinkan ide-ide bisnis yang sebelumnya hanya berupa gagasan di atas kertas benar-benar diimplementasikan secara nyata. Lebih jauh lagi, capaian ini turut menjadi salah satu pendorong lahirnya sebuah unit kegiatan mahasiswa baru di tingkat fakultas — UKM yang secara khusus berfokus pada peningkatan prestasi mahasiswa FEB Untirta.
“Impact-nya adalah kami mendapatkan kesempatan Hibah Internal dan bisa menerapkan setiap ide kami untuk diterapkan. Kebetulan di FEB sendiri akhirnya didirikan UKM Fakultas yang berfokus untuk peningkatan prestasi mahasiswa, sehingga mahasiswa FEB di-push untuk berprestasi.”
Berbagi Cerita Lewat Podcast dan Panggung Humas
Pengalaman dan ilmu yang Hatta kumpulkan dari berbagai kompetisi tidak ia simpan sendiri. Ia telah beberapa kali diundang untuk berbagi cerita di berbagai platform podcast, dan turut diundang langsung oleh Humas Untirta untuk membagikan perjalanannya kepada civitas akademika yang lebih luas. Kemampuan komunikasi publiknya juga teruji ketika ia dipercaya sebagai moderator dalam International Conference GS SIGRET (Global Summit on Sustainable Innovation and Green Technologies), serta menjadi MC dalam PKKMB Universitas yang dihadiri lebih dari 900 mahasiswa baru.
Lebih dari Sekadar Podium: Magang di Lembaga Strategis Negara
Konsistensi Hatta dalam mengasah kemampuan diri juga terlihat dari jejak magangnya di sejumlah lembaga strategis negara. Ia pernah menjadi Staf Edukasi Pembayaran dan Pelayanan Konsumen di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (KPP Pratama Serang Barat) dan Otoritas Jasa Keuangan (Kantor OJK Serang), serta menjadi Asisten Bendahara Pengeluaran di Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Banten. Sebagai bagian dari komitmennya pada sektor keuangan, ia juga merupakan Penerima Beasiswa Bank Indonesia 2025 dan tergabung dalam Generasi Baru Indonesia (GenBI) sebagai agent of change Bank Indonesia di Provinsi Banten.
Sisi Lain Hatta: Relawan Zakat dan Literasi
Di balik segudang kompetisi dan pengalaman profesional, ada sisi Hatta yang jarang terlihat di permukaan: kepeduliannya pada sesama. Sejak tahun 2023, ia aktif sebagai relawan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Serang, membantu proses pengumpulan, pencatatan, dan distribusi dana zakat kepada mas
yarakat yang membutuhkan. Setahun sebelumnya, sejak 2022, ia juga telah menjadi relawan literasi di Lembaga Literasi Rumah Dunia, terlibat dalam kelas menulis, diskusi buku, dan pengelolaan perpustakaan komunitas untuk anak-anak dan remaja di Serang.
Dua peran ini menjadi bukti bahwa dampak yang diberikan Hatta tidak hanya berputar di sekitar dunia kompetisi dan akademik, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat yang lebih membutuhkan.
Menolak Jadi Kupu-Kupu
Ketertarikannya pada dunia kompetisi tidak lahir dari ambisi semata, melainkan dari keinginan sederhana untuk tidak menyia-nyiakan masa kuliah.
“Awalnya karena saya gamau jadi mahasiswa kuliah pulang (kupu-kupu), jadi saya cari pengalaman lain lewat lomba.”
Birokrasi Pendanaan: Tantangan yang Masih Menghadang
Di balik 14 gelar yang berhasil diraih, Hatta juga tidak menutupi tantangan yang kerap ia hadapi, terutama dalam hal pendanaan kompetisi di tingkat universitas.
“Tantangannya adalah biasanya birokrasi pengajuan pendanaan itu lumayan rumit untuk tingkat universitas. Apalagi kalau mau lomba internasional.”
Untirta yang Mulai Lebih Terbuka
Meski masih ada tantangan dalam birokrasi pendanaan, Hatta mengakui adanya perubahan positif dalam dukungan institusi terhadap mahasiswa berprestasi.
“Dari dosen-dosen sangat mendukung. Bagian kemahasiswaan universitas juga sekarang sudah mulai melek dan sedikit demi sedikit memberikan ruang untuk kompetisi non-Belmawa.”
Mimpi Besar: Mewujudkan Ide, Bukan Sekadar Mengonsepkannya
Bagi Hatta, 17 gelar penghargaan ini hanyalah langkah awal. Cita-cita yang
lebih besar adalah memastikan setiap ide bisnis yang ia dan timnya rancang benar-benar hidup di dunia nyata, bukan sekadar tertulis rapi dalam proposal.
“Tentu, saya tidak hanya ingin ide lomba saya hanya menjadi ide, tapi betul-betul terealisasi.”
Pesan untuk Mahasiswa Untirta: Sebarkan Informasi, Bukan Hanya Prestasi
Sebagai penutup, Hatta menitipkan satu komitmen nyata yang ingin ia wujudkan untuk mahasiswa Untirta secara lebih luas — melalui UKM Fakultas Economic Business Achievement Society yang turut ia dorong kelahirannya.
“Melalui UKM F Economic Business Achievement Society, akan saya sebarluaskan informasi lomba dan mekanisme pengajuan pendanaan ke kampus, agar banyak mahasiswa yang mau untuk berprestasi.”
Sebuah komitmen yang mencerminkan perjalanan Hatta secara utuh — dari seorang mahasiswa yang menolak menjadi “kupu-kupu”, menjadi sosok yang kini berusaha memastikan jalan menuju prestasi terbuka lebih lebar bagi siapa saja yang berani melangkah.
“Saya tidak ingin ide lomba saya hanya menjadi ide, tapi betul-betul terealisasi.”
— Hatta Dewantara







