Berawal dari Inovasi Sivitas Akademika UK Petra, eJourney Hadirkan Pembelajaran Berbasis AI yang Adaptif

Kampus Kita

21 February 2026 | 11.45 WIB

Berawal dari Inovasi Sivitas Akademika UK Petra, eJourney Hadirkan Pembelajaran Berbasis AI yang Adaptif

Surabaya–Inovasi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama eJourney lahir dari lingkungan sivitas akademika Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya. Platform ini dikembangkan dan dipimpin oleh dosen Teknik Elektro UK Petra, Felix Pasila sejak 2021 dengan melibatkan proses riset, pengujian, dan implementasi langsung dalam ekosistem pembelajaran kampus. Disebut Petraverse pada awal pengembangannya, inovasi ini dirancang sebagai respons atas tantangan pembelajaran digital yang semakin terasa sejak pandemi COVID-19, khususnya menurunnya keterlibatan peserta didik dan meningkatnya beban pengajar dalam proses pembelajaran daring.

Pandemi mendorong pergeseran besar ke pembelajaran digital. Namun, dalam praktiknya, model pembelajaran yang sekadar memindahkan ruang kelas ke layar dinilai belum sepenuhnya efektif. Banyak peserta didik kehilangan semangat belajar, sementara pengajar menghadapi keterbatasan dalam memberikan pendampingan secara personal. Dari kondisi inilah eJourney (https://ejourney.id/?utm_source=google&utm_medium=referral&utm_campaign=kppti2025.1&utm_content=text-link) dikembangkan dengan pendekatan interactive learning yang memanfaatkan AI untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif dan personal.

“Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi sebuah krisis keterlibatan (engagement crisis) dalam pendidikan. eJourney adalah jawaban kami, sebuah langkah menuju pembelajaran interaktif yang dirancang untuk membangkitkan kembali gairah dan rasa ingin tahu dalam belajar,” ujar perwakilan dari eJourney pada Expo Pendidikan Tinggi dalam kegiatan Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025, Jumat (21/11).

Setelah melalui tahap validasi dan pemanfaatan di lingkungan akademik, pengembangan eJourney kemudian diperluas dan diposisikan sebagai unit bisnis formal di bawah PT Lentera Edukasi Global agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh institusi pendidikan dan sektor lain di luar kampus. Selama uji coba dan pertama kali diluncurkan, lebih dari 3.000 guru dan 326 lembaga pendidikan telah menggunakan eJourney dalam kegiatan pembelajaran.

Melalui pemanfaatan AI, eJourney membangun jalur pembelajaran personal (personalized learning pathway) yang disesuaikan dengan minat, kecepatan belajar, dan kebutuhan pengguna. Pendekatan ini ditujukan untuk menjawab persoalan akses pendidikan, kesenjangan keterampilan (skill gap), serta metode pembelajaran yang masih bersifat seragam.

eJourney juga dirancang agar selaras dengan kurikulum yang digunakan di Indonesia, termasuk Kurikulum Merdeka. AI yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu belajar, tetapi juga mendukung tugas-tugas pedagogis, seperti pemantauan perkembangan peserta didik, pemberian umpan balik, serta penyusunan rekomendasi pembelajaran yang tetap berada dalam koridor kebijakan institusi pendidikan.

Sebagai inovasi yang berangkat dari kampus, eJourney telah dikembangkan dan dimanfaatkan dalam berbagai kolaborasi lintas sektor. Di Universitas Kristen Petra, eJourney digunakan dalam pengembangan ekosistem Learning Management System (LMS) dan modul pembelajaran adaptif. Selain itu, eJourney juga telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi, sekolah, dan sektor korporasi dalam digitalisasi materi dan penerapan pembelajaran interaktif.

Inovasi ini turut diperkenalkan kepada publik melalui Expo Pendidikan pada kegiatan KPPTI 2025 di Surabaya yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman dan pemanfaatan teknologi pembelajaran berbasis AI di sektor pendidikan.

Ke depan, eJourney menargetkan peran yang lebih luas dalam mendukung peserta didik agar tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga lebih siap menghadapi dunia kerja melalui pemanfaatan data pembelajaran dan penilaian berbasis AI secara terintegrasi.

Kehadiran eJourney menunjukkan kontribusi sivitas akademika perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi pembelajaran yang adaptif, relevan, dan kontekstual terhadap tantangan pendidikan di Indonesia.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


Sumber Foto: eJourney

/

5

Ulas Sekarang