AKPT Tahap III 2026 Dibuka di ITB, Pemimpin Perguruan Tinggi Dibekali Strategi Transformasi dan Inovasi Institusi

10 Oktober 2026 | 00.00 WIB

Bandung - Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 memasuki Tahap III yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (8/10). Berlangsung selama dua hari, 8–9 Oktober 2026, di Laboratorium Teknologi (Labtek) XIX Freeport School of Business and Management (SBM) ITB, AKPT tahap ketiga dari lima rangkaian AKPT ini mengangkat tema “Institutional Transformation & Innovation” dengan ITB sebagai tuan rumah.

AKPT Tahap III ini dirancang untuk memperkuat kapasitas para pemimpin dan calon pemimpin perguruan tinggi dalam menerjemahkan visi dan kepemimpinan strategis menjadi langkah nyata transformasi institusi. Peserta diajak mendalami strategi menghadapi perubahan, mendorong inovasi, serta membangun institusi pendidikan tinggi yang adaptif dan berdampak.

Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti, Sri Suning Kusumawardani, menekankan pentingnya kepemimpinan yang tidak sekadar mampu mengelola perubahan, tetapi juga berani memimpin perubahan itu sendiri. Menurutnya, pemimpin perguruan tinggi harus mampu mengubah pengetahuan dan gagasan menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata. “Bangun visi, kapasitas, jejaring, keberanian mengambil tanggung jawab, dan integritas sejak sekarang,” tegas Sri Suning. Sementara itu Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, menyampaikan bahwa perubahan yang berlangsung cepat, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI), menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan berani keluar dari zona nyaman. “AKPT menjadi tempat yang baik untuk berbagi pengalaman dan praktik baik, sekaligus memperkuat jejaring dan semangat bersama untuk membawa perubahan positif di institusi masing-masing,” ujarnya.

AKPT Tahap III ini merupakan kelanjutan dari dua tahap sebelumnya. Tahap I telah dilaksanakan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dan Universitas Bina Nusantara (BINUS), dengan mengangkat tema “Foundation of Higher Education Leadership”. Kemudian AKPT Tahap II dilaksanakan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengusung tema “Strategic University Leadership”.


Jika AKPT pada dua tahap sebelumnya membangun fondasi kepemimpinan dan memperkuat kemampuan memimpin perguruan tinggi secara strategis, Tahap III membawa peserta pada tahap berikutnya, yakni bagaimana gagasan tersebut diterjemahkan menjadi transformasi kelembagaan yang konkret.

Mendalami Transformasi Riset, Inovasi, dan Digital
Selama dua hari, peserta mendalami sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan transformasi perguruan tinggi. Mulai dari pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan, penguatan riset dan inovasi, hilirisasi hasil penelitian, hingga tata kelola institusi yang adaptif dan akuntabel.

Pada hari pertama, Rektor ITB memaparkan praktik baik ITB melalui sesi “Praktik Baik ITB: Leading Research and Innovation Transformation”. Sesi ini menjadi ruang bagi peserta untuk melihat secara langsung pengalaman ITB dalam mendorong transformasi riset dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia, Ilham Akbar Habibie, turut memberikan pembekalan mengenai penguatan riset dan inovasi perguruan tinggi serta strategi hilirisasi melalui pengembangan perusahaan rintisan. Pembahasan diarahkan pada pentingnya memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan ekosistem industri nasional.

Memasuki hari kedua, Jumat (9/10), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dijadwalkan memberikan pembekalan dalam kelas gabungan bertajuk “Transformasi dan Inovasi Institusi”.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai manajemen inovasi dan hilirisasi riset, regulasi dan tata kelola adaptif, hingga pengembangan entrepreneurial university. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Arif Satria, dijadwalkan membawakan materi mengenai manajemen inovasi dan hilirisasi riset untuk Kelas Leaders.

Sementara itu, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, Aries Marsudiyanto, membahas regulasi sebagai penggerak inovasi dan tata kelola adaptif untuk Kelas Future Leaders. Adapun Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan materi “Inovasi, Hilirisasi, dan Entrepreneurial University” dalam kelas gabungan.

AKPT Tahap III kali ini diharapkan tidak berhenti sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan. Tetapi menjadi wadah bagi para pemimpin dan calon pemimpin perguruan tinggi untuk menguji gagasan, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kolaborasi.