Jakarta–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis visi dan empati dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi yang berdampak. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara di sebuah forum yang digelar di Sarinah, Sabtu (25/4).
Dalam sesi talk show bertajuk “Memimpin dengan Hati dan Visi”, Wamen Stella menyampaikan bahwa kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi harus mampu mengintegrasikan kepekaan terhadap persoalan dengan kemampuan merumuskan solusi yang sistemik dan berkelanjutan.
“Saya mencoba menerjemahkan dengan hati, artinya bisa mempunyai kejelian dan kenalaran untuk melihat problem-problem yang ada di sekitar, dengan jeli dan visi artinya bisa memikirkan penyelesaian masalah-masalah tersebut secara menyeluruh dan struktural,” ujar Wamen Stella.
Kepemimpinan Transformatif
Wamen Stella menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang tidak hanya responsif, tetapi juga strategis. Penyelesaian berbagai tantangan di sektor pendidikan tinggi harus dilakukan secara menyeluruh melalui kebijakan yang adaptif, efektif, dan berorientasi pada hasil nyata.
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui semangat Diktisaintek Berdampak, yaitu memastikan bahwa setiap kebijakan dan program mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dalam forum yang dihadiri para pemimpin perempuan lintas sektor tersebut, Wamen Stella juga menekankan pentingnya membangun perspektif yang tepat terhadap kapasitas sumber daya manusia dalam bidang sains. Wamen Stella menambahkan bahwa penguatan ekosistem pendidikan tinggi harus didukung oleh sistem yang inklusif serta ekspektasi yang mendorong seluruh talenta bangsa untuk berkembang secara optimal di bidang sains dan teknologi.
Kepemimpinan Autentik dan Berani Menyuarakan Nilai
Wamen Stella turut menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang autentik, di mana setiap individu didorong untuk berani menyampaikan gagasan dan menjaga integritas dalam pengambilan keputusan. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh hasil, tetapi tetapi juga oleh proses, integritas, serta keberpihakan pada kepentingan yang lebih luas.
Partisipasi Wamendiktisaintek dalam forum ini mencerminkan komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk terus mendorong: Kepemimpinan transformatif di lingkungan pendidikan tinggi, penguatan ekosistem sains dan talenta unggul, serta kebijakan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak nyata. Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek akan terus menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada solusi, keberlanjutan, dan kemajuan bangsa.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif






