Jakarta–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan pentingnya investasi pendidikan perempuan sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia yang berdampak lintas generasi. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan UNWRAP: From Potential to Impact yang diselenggarakan Biru Muda Project pada momentum Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5).
Dalam sesi Women Empowerment, Wamen Stella menekankan bahwa pendidikan perempuan bukan hanya persoalan akses pendidikan, tetapi investasi strategis berbasis sains yang memberikan dampak nyata bagi kualitas keluarga, masyarakat, hingga masa depan bangsa.
“Mendidik ibu adalah Mendidik bangsa. Kalau sebuah bangsa mendidik anak perempuan, bangsa itu tidak hanya menambah tahun untuk sekolah tetapi mengubah kualitas generasi berikutnya dalam hal kelangsungan hidup, pembelajaran, dan produktivitas,” tutur Wamen Stella.
Dalam paparannya, Wamen Stella memaparkan hasil penelitian longitudinal selama 15 tahun di Ghana yang menggunakan metode Randomized Control Trial(RCT) terhadap 2.068 remaja perempuan penerima dan non-penerima beasiswa pendidikan menengah. Penelitian tersebut dilakukan oleh para akademisi dari Stanford University dan Harvard University, termasuk ekonom peraih Nobel Esther Duflo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang memperoleh akses pendidikan melalui beasiswa memiliki peluang lebih tinggi menyelesaikan pendidikan menengah, lebih rendah mengalami kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan, serta lebih berpeluang membangun keluarga yang sehat dan produktif.
Selain berdampak pada perempuan penerima beasiswa, manfaat pendidikan juga terbukti dirasakan oleh generasi berikutnya. Wamen Stella menjelaskan bahwa tingkat kematian anak sebelum usia tiga tahun tercatat 45% lebih rendah pada kelompok perempuan penerima beasiswa dibanding kelompok kontrol.
Tidak hanya itu, Wamen Stella juga menjelaskan bahwa kemampuan kognitif anak dari perempuan penerima beasiswa meningkat secara signifikan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak dari ibu penerima beasiswa memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan anak-anak dari kelompok yang tidak menerima beasiswa.
Wamendiktisaintek menambahkan bahwa penelitian tersebut menunjukkan pendidikan perempuan memberikan dampak nyata terhadap kualitas interaksi dalam keluarga, pengambilan keputusan kesehatan, hingga peningkatan produktivitas ekonomi jangka panjang lintas generasi. Temuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa investasi pada pendidikan perempuan memiliki nilai pengembalian sosial dan ekonomi yang sangat tinggi bagi pembangunan bangsa.
“Inilah salah satu contoh bahwa kita bisa membuatnya secara kuantitatif, begitu tingginya manfaat dari investasi yang diberikan kepada perempuan. Jika perempuan itu dididik, bukan saja untuk dirinya tetapi berlanjut manfaatnya kepada anaknya,” ujar Wamen Stella
Temuan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak yang diusung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dalam menghadirkan pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui pendekatan berbasis riset dan bukti ilmiah, Kemdiktisaintek terus mendorong transformasi pendidikan yang inklusif serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pegiat pemberdayaan perempuan untuk mendorong generasi muda mengubah potensi menjadi kontribusi nyata bagi bangsa. Kehadiran Kemdiktisaintek dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berdampak, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif







