Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan peran sentral pendidikan tinggi dalam mendorong kemajuan ekonomi suatu negara melalui penguatan riset, pendidikan vokasi, dan kolaborasi dengan mitra industri. Pernyataan tersebut disampaikan dalam paparannya di acara Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Centres Policy Research Network (CPRN) Summit 2026, Rabu (10/6).
Wamendiktisaintek menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi jangka panjang tidak dapat hanya bergantung pada investasi fisik atau modal material. Mengacu pada teori ekonomi modern, inovasi menjadi faktor utama yang mampu menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan produktivitas.
“Dalam Teori Pertumbuhan Ekonomi Solow (atau model Solow-Swan) dijelaskan bahwa inovasi adalah salah satu yang terpenting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika investasi hanya dilakukan pada barang material, kita tidak akan mendapatkan peningkatan pengembalian. Satu-satunya hal yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pengembalian adalah ide-ide baru yang dapat diterapkan, dan itu berarti inovasi baru. Karena itu, pendidikan tinggi sangat penting,” jelas Wamen Stella.
Wamen Stella juga menyoroti pentingnya pendidikan vokasi dalam menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan menyesuaikan kebutuhan industri. Untuk memastikannya Kemdiktisaintek memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri melalui pendekatan industry match.
“Kami mendorong kolaborasi melalui program industry match sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan pasar kerja. Melalui industry match, dilakukan penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, menghadirkan praktisi sebagai pengajar, serta mengembangkan infrastruktur pembelajaran yang sesuai dengan standar industri.” pungkas Wamen Stella.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak







