Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas dan Adaptasi sebagai Bekal Lulusan

Kabar

04 November 2026 | 12.30 WIB

Wamendiktisaintek Fauzan Tekankan Integritas dan Adaptasi sebagai Bekal Lulusan

Kediri–Gelar sarjana menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat. Namun, keberhasilan pendidikan tinggi tidak berhenti pada kelulusan. Lulusan juga dituntut memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.


Tantangan tersebut semakin relevan di tengah jumlah penyerapan tenaga kerja, yang masih menjadi perhatian dalam pengembangan pendidikan tinggi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Agustus 2025 terdapat 904.440 penganggur dengan pendidikan tertinggi universitas di Indonesia. Pada Februari tahun yang sama, jumlahnya mencapai 1.010.652 orang. Data ini menegaskan pentingnya memperkuat relevansi kompetensi lulusan, sekaligus membekali mahasiswa dengan karakter dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan dunia kerja.


Di sisi lain, data menunjukkan bahwa sekitar 63,53% kepala rumah tangga miskin berpendidikan SD ke bawah, sedangkan 1,85% berpendidikan perguruan tinggi. Data tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pendidikan dan kesejahteraan, sekaligus mengingatkan bahwa gelar akademik perlu disertai kapasitas dan karakter yang memungkinkan lulusan berkontribusi secara nyata.


Merespon hal ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan mengingatkan para wisudawan bahwa kehidupan setelah kelulusan perlu dihadapi dengan kemampuan, pola pikir, dan karakter yang telah dibangun sejak berada di bangku kuliah. Hal ini disampaikannya pada Wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri tahun 2026, Kamis (29/10).


“Saudara akan memasuki kampus kehidupan yang realistis. Bukan lagi SKS yang saudara kumpulkan, bukan lagi dosen yang akan menilai saudara, tetapi saudara akan dinilai oleh masyarakat,” ujar Wamen Fauzan.


Menurut Wamendiktisaintek, salah satu bekal penting untuk menghadapi kehidupan setelah kuliah adalah pengalaman mengambil peran selama menjadi mahasiswa. Keterlibatan dalam organisasi, kegiatan kemahasiswaan, dan aktivitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memberi ruang bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan menghadapi persoalan nyata.


Wamendiktisaintek juga menekankan bahwa perubahan status dari mahasiswa menjadi sarjana harus diikuti perubahan pola pikir dan karakter. Karena itu, lulusan perlu terus mengevaluasi diri, mengembangkan kapasitas, dan membangun integritas agar dapat dipercaya oleh masyarakat.


Dalam kesempatan yang sama, perguruan tinggi diajak untuk memperluas kontribusinya bagi lingkungan sekitar. Salah satu contoh yang diberikan Wamendiktisaintek adalah penyelenggaraan kegiatan akademik berskala besar di wilayah yang membuthkan penguatan ekonomi. Selain memberi manfaat bagi perputaran ekonomi lokal, kehadiran kampus di wilayah tersebut dapat membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya pendidikan tinggi dan mendorong lebih banyak anak muda melanjutkan pendidikan.


Rektor UNP Kediri, Zainal Afandi menyampaikan harapan agar para lulusan dapat membawa ilmu dan karakter yang diperoleh selama kuliah ke dalam kehidupan bermasyarakat.


“Saya berharap saudara menjadi lulusan yang unggul, memiliki kedalaman ilmu, berbudi luhur, dan berdaya saing global,” ujar Rektor Zainal.


Berdasarkan laporan Rektor Zainal, UNP Kediri menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru pada 2026. Kepercayaan masyarakat tersebut menjadi tanggung jawab bagi universitas untuk terus menjaga kualitas pendidikan dan memastikan kehadirannya memberi manfaat bagi masyarakat.


Penguatan kualitas lulusan dan kontribusi perguruan tinggi sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia, penguatan pendidikan dan sains, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi agar pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terhubung dengan kebutuhan nyata bangsa.


Kemdiktisaintek mengajak perguruan tinggi untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, membuka ruang bagi mahasiswa mengembangkan pengalaman dan kepemimpinan, serta membangun kolaborasi untuk menjawab persoalan di daerah. Para lulusan juga diharapkan membawa integritas dalam setiap peran yang dijalani, sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi manfaat bagi masyarakat.


Humas

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi


#DiktisaintekBerdampak

#Pentingsaintek

#Kampusberdampak


/

5

Ulas Sekarang