Lombok Timur–Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie melakukan kunjungan kerja ke dua perguruan tinggi di Lombok Timur, yakni STIKES Hamzar dan Universitas Hamzanwadi, untuk berdialog langsung dengan sivitas akademika serta meninjau perkembangan riset dan pengembangan institusi, Sabtu (22/11).
Dalam paparannya, Wamen Stella menyampaikan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Sekolah Garuda yang bertujuan membuka akses pendidikan terbaik bagi putra-putri berprestasi dari seluruh Indonesia, tanpa terkecuali.
“Bapak Presiden ingin membuka akses bagi putra-putri terbaik bangsa, di manapun mereka berada dan dari latar belakang apapun, termasuk mereka yang berasal dari ekonomi bawah, agar dapat menyambung pendidikan dan mendapatkan pendidikan yang terbaik,” tutur Wamen Stella.
Penempatan Sekolah Garuda di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) merupakan langkah strategis agar siswa-siswa unggulan dapat dipersiapkan sejak jenjang SMA untuk memasuki perguruan tinggi terbaik dunia, khususnya dalam bidang sains dan teknologi.
Kunjungan STIKes Hamzar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar saat ini menaungi program studi sarjana Keperawatan dan Kebidanan, dengan total mahasiswa sekitar 1.500. Pihak kampus menjelaskan bahwa mahasiswa secara berkelanjutan diterjunkan ke masyarakat sebagai bagian dari kegiatan akademik dan pengabdian, sehingga berbagai program yang dijalankan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kesehatan di Lombok Timur.
Dalam diskusi bersama jajaran rektor, Wamen Stella menyampaikan bahwa Presiden tengah mencanangkan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Wamen menyebut bahwa tenaga perawat Indonesia memiliki reputasi baik di berbagai negara karena karakter, etika, serta profesionalitas mereka. Namun, tantangan terbesar adalah kemampuan bahasa asing.
“Jadi perawat dan care giver kita ini memang sangat diminati oleh banyak pasar di luar negeri. Karena sudah terbukti perawat-perawat kita memiliki karakteristik yang baik secara kepribadian, secara tutur kata. Tapi kendalanya adalah bahasa,” ujar Wamen Stella.
Dukungan bagi Kampus di Wilayah Timur Indonesia
Wamendiktisaintek berkunjung ke Universitas Hamzanwadi. Kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi dan saat ini menaungi 7 fakultas, 25 program studi sarjana, 2 program studi pascasarjana, serta 2 program profesi, termasuk program studi kedokteran yang baru dibuka.
Kepada Wamendiktisaintek, Rektor Universitas Hamzanwadi, Sitti Rohmi Djalilah memaparkan bahwa Universitas Hamzanwadi tengah memperkuat kapasitas riset untuk menuju research university dengan pembentukan berbagai pusat penelitian yang berfokus pada isu strategis nasional dan global.
“Direktorat penelitian dan pengabdian masyarakat membuat beberapa unit, yakni Pusat Penelitian dan Pengembangan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion). Kemudian juga ada Pusat Penelitian Pengembangan Geopark, dan sudah membuka satu prodi pendidikan guru disabilitas, yang mulai tahun ajaran ini,” jelas Rektor Sitti.
Sementara itu, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Shahibul Ahyan, memaparkan berbagai riset yang tengah dikembangkan, antara lain identifikasi bahan alami khas Lombok untuk proses pembuatan obat dan makanan, integrasi penelitian teknik untuk pertanian dan pelestarian budaya, penguatan riset mitigasi bencana, pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya, hingga penyusunan alat asesmen berbasis computerized test. DPPM terus mendorong penguatan edukasi dan penelitian meski masih menghadapi tantangan pendanaan, infrastruktur laboratorium, dan kemitraan riset di daerah.
Menanggapi Rektor Universitas Hamzanwadi, Wamen Stella mengapresiasi berbagai upaya riset dan pengabdian yang dilakukan serta menegaskan komitmen kementerian untuk memperluas dukungan bagi perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia.
“Saya sangat mengerti tantangan-tantangannya. Terima kasih atas karya dan semangat seluruh dosen dan mahasiswa. Kementerian memiliki banyak program pendukung, termasuk pelatihan penulisan jurnal untuk daerah timur,” tutup Wamen Stella.
Humas
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak
#Pentingsaintek
#Kampusberdampak
#Kampustransformatif
#SekolahGaruda






