Wamen Stella Dorong Unimal Jadi Pusat Inovasi Energi dan Lingkungan

Kabar

18 September 2025 | 23.50 WIB

Wamen Stella Dorong Unimal Jadi Pusat Inovasi Energi dan Lingkungan

Aceh - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, kunjungi Universitas Malikussaleh (Unimal), Aceh, Kamis (18/9).

Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fokus riset perguruan tinggi, dalam mendukung hilirisasi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.

Wamen Stella menegaskan, riset adalah motor penggerak kemajuan bangsa. Fokus riset Unimal pada bidang pengelolaan limbah plastik dan energi terbarukan, termasuk inovasi bioetanol dari kopi khas Aceh, dinilai selaras dengan arah strategis nasional serta kebutuhan global.

“Universitas tidak perlu menguasai semua bidang, tetapi harus memiliki fokus yang jelas. Di Unimal, saya melihat kekuatan unik yang dapat melahirkan inovasi besar bagi Aceh sekaligus Indonesia,” ujar Wamen Stella menanggapi  paparan kegiatan riset unggulan di Unimal.

Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra, menambahkan bahwa keberadaan Unimal tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjaga keberagaman dan perdamaian di Aceh. 

“Unimal hari ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 23.000 mahasiswa dari 38 provinsi dan sejumlah negara. Dengan dukungan riset dan inovasi, kami ingin menjadikan kampus ini sebagai kebanggaan Aceh dan Indonesia,” ujar Rektor Herman.

Pusat Unggulan Iptek

Pada kunjungan tersebut, Wamen Stella hadir dalam peresmian Pusat Riset Unimal, PUI-Technoplast (Center of Excellence Natural Polymer and Plastic Recycle), yang berfokus pada pengolahan sampah plastik menjadi produk ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. 

Program ini lahir dari keprihatinan atas persoalan sampah di Aceh, yang mencapai lebih dari 300 ton per hari, serta komitmen Unimal untuk mencari solusi berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memberikan dukungan nyata, antara lain melalui pendanaan riset kompetitif, dana hilirisasi LPDP sebesar Rp1,8 triliun, Strategic Grand Call untuk energi terbarukan dan pengelolaan sampah, serta insentif bagi peneliti. Kebijakan ini diharapkan memperkuat semangat dosen dan peneliti dalam menghasilkan inovasi yang berdaya guna.

“Kami ingin memastikan riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi bisa sampai ke masyarakat dan industri. Kolaborasi ini adalah kunci,” tambah Wamen Stella.

Ketua Pusat Unggulan Iptek (PUI) Unimal, Zulnasri, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah sekaligus berharap riset Unimal dapat bertahan di tingkat nasional maupun global. 

“Dengan dukungan dana riset dan kolaborasi bersama industri, kami optimis produk inovasi berbahan polimer alami dan plastik daur ulang dari Unimal dapat dikomersialisasikan, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Zulnasri.

Kunjungan Wamendiktisaintek ini sekaligus mempertegas posisi Universitas Malikussaleh sebagai pusat riset unggulan yang tidak hanya fokus pada kemajuan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang