Wamen Stella Dorong Lahirnya Sekolah Garuda di Katingan sebagai Pusat Pendidikan Unggul

Kabar

13 September 2025 | 05.11 WIB

Wamen Stella Dorong Lahirnya Sekolah Garuda di Katingan sebagai Pusat Pendidikan Unggul

Katingan-Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie meninjau langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari tahap seleksi penentuan lokasi sekolah unggul yang digagas Presiden Republik Indonesia, sebagai wujud nyata empati dan komitmen beliau dalam memajukan kualitas pendidikan, terutama di bidang Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM). Kabupaten Katingan, masuk dalam lima besar nominasi daerah yang berpeluang ditetapkan sebagai lokasi Sekolah Garuda dari total 20 sekolah yang akan dibangun hingga 2029, Jumat (12/9).

Wamen Stella menegaskan bahwa Sekolah Garuda lahir dari visi Presiden untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas tinggi di seluruh Indonesia. Program ini memiliki dua skema utama, yaitu membangun sekolah baru di daerah yang belum memiliki SMA unggul, serta membina sekolah-sekolah yang sudah ada, agar siswanya mampu bersaing hingga ke perguruan tinggi tingkat dunia.

“Bapak Presiden percaya bahwa talenta terbaik bangsa tersebar di seluruh pelosok, termasuk di Katingan. Namun peluang tidak tercipta begitu saja, peluang harus dibangun. Itulah alasan Sekolah Garuda hadir, sebagai wujud nyata empati yang direalisasikan melalui tindakan,” ujar Wamen Stella.

Sekolah Garuda dengan tiga pilar utama, yaitu pemerataan akses, inkubasi kepemimpinan, serta prestasi akademik yang disertai pengabdian kepada masyarakat. Dengan konsep ini, siswa-siswi terbaik Indonesia akan berkumpul, belajar bersama, dan hidup berdampingan di lingkungan yang menumbuhkan wawasan global sekaligus kepekaan lokal.

“Kami ingin Sekolah Garuda menjadi inkubator pemimpin bangsa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli dan mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat sekitar,” tambah Wamen Stella.

Dari sisi pembangunan, sekolah ini akan memanfaatkan hingga dua hektare lahan dari total 20 hektare yang disediakan. Sisa lahan akan dipertahankan sebagai kawasan alami dan diberdayakan melalui kolaborasi dengan masyarakat dan kampus setempat, seperti Universitas Palangkaraya. Pemanfaatan ini dapat berupa pusat penelitian, lahan produktif, atau riset lokal yang sesuai dengan potensi daerah, misalnya karbon capture, konservasi gambut, hingga pengembangan durian khas Katingan.

“Kami ingin sekolah ini tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi katalisator ekonomi dan penelitian daerah,” jelas Wamen Stella.

Bupati Katingan, Saiful menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan Wamensiktisaintek dan kesempatan besar bagi daerahnya untuk menjadi tuan rumah Sekolah Garuda. Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penuh program nasional tersebut.

“Sekolah unggul ini adalah cita-cita Presiden untuk melahirkan SDM berkualitas dan pemimpin bangsa di masa depan. Kami berharap anak-anak Katingan bisa turut menjadi bagian dari generasi unggul itu. Pemerintah daerah dan masyarakat siap mendukung keputusan Presiden agar Katingan menjadi salah satu lokasi Sekolah Garuda,” tegas Saiful.

Keputusan akhir penetapan lokasi Sekolah Garuda di Katingan akan diumumkan setelah hasil kunjungan lapangan disampaikan kepada Menteri dan Presiden. Jika disetujui, pembangunan fisik dijadwalkan selesai pada Juni 2027, sehingga sekolah dapat menerima siswa baru pada tahun ajaran 2027/2028. Program ini juga menjamin 80% siswanya akan memperoleh beasiswa penuh, termasuk dukungan lanjutan bagi mereka yang berhasil masuk perguruan tinggi terbaik di dunia. Dengan demikian, Sekolah Garuda bukan hanya investasi pendidikan, tetapi juga jalan strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekSigapMelayani #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang