Sengonagung, (18/10). Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) menggelar Wisuda ke-22. Sebanyak 673 lulusan sarjana dan pascasarjana resmi dikukuhkan pada kesempatan ini. Acara yang dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, (Wamendiktisaintek) Fauzan ini berlangsung hikmat dan penuh keceriaan.
Pada kesempatan ini, Wamen Fauzan memulai sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada wisudawan/i, kampus, dan orang tua/wali. Dengan mimik yang ceria Ia mengatakan, “Selamat telah menjalankan misi pendidikan tinggi, juga kepada wisudawan dan wisudawati yang telah secara formil menjadi sarjana UYP. Wisuda ini bukan hanya untuk diri saudara, tetapi juga untuk kampus dan orang tua/wali. Semoga yang diwisuda pada hari ini menjadi generasi negeri yang berguna dan bermanfaat.”
Lebih lanjut, wakil menteri kelahiran Kediri itu berpesan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari proses belajar. Menurutnya, wisuda adalah awal dari perjalanan menuju kampus kehidupan.
“Wisuda bukan berarti berhenti belajar. Tapi berpindah dari kampus formal menuju kampus kehidupan. Kampus ini menghantarkan saudara bukan menjadi manusia biasa-biasa saja. Tetapi menjadi manusia luar biasa. Saudara adalah sebagian kecil generasi bangsa ini yang memiliki kesempatan berharga untuk mengenyam dunia kampus. Saudara harus tahu, di usia saudara di Indonesia hanya 32% yang memiliki kesempatan kuliah,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Wamen Fauzan juga mengatakan, basis pesantren menjadi modal kuat untuk berkompetisi di kehidupan masa depan. “Dua modal kehidupan yang ada di kampus Yudharta ialah pendidikan karakter keagamaan dan pendidikan karakter berbasis keilmuan akademik,” katanya.
lebih lanjut Ia menjelaskan, dua modal itu penting untuk masuk kampus kehidupan. Di kampus kehidupan menurutnya sudah tidak ada lagi wisuda formil, tetapi kepercayaan atau trust dari masyarakat adalah wisuda itu sendiri.
Wamen berpostur tinggi-tegap itu juga mengajak para lulusan untuk mengenali kompetensi dan energi yang telah dikaruniai Allah SWT lewat kampus ini. “Marilah mengidentifikasi kompetensi yang ada dalam diri saudara dengan bagaimana memerankan dua modal itu. Karakter dan kompetensi itu dibutuhkan oleh bangsa ini. Sebab Indonesia tengah dalam bonus demografi, dan 20 tahun lagi menuju Indonesia Emas. Lulusan ini harus menjadi pemenang. Untuk itu, saudara harus berusaha untuk tidak berdalih agar tidak berjalan mundur. Di kuliah kehidupan diperlukan ada stimulus untuk dapat mengeluarkan energinya untuk maju, maka jangan mudah beralasan dan menyerah,” ajaknya.
Senada dengan itu, KH. Sholeh Bahrudin sebagai Pembina UYP sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Ngalah pada sambutan dan doanya di akhir acara menyampaikan semoga ilmu yang didapat dari kampus ini bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, dan negara.
“Seperti kata Pak Wamen, ini adalah wisuda di universitas, yang paling penting adalah kampus kehidupan. Anak-anakku semua jangan takut gagal, berbaktilah kepada orangtua, jadilah generasi penerus di masyarakat dan negara, terus belajar supaya berhasil di kehidupan kalian semua. Jiwa Yudharta harus dipegang terus. Semoga anakku semua sukses,” ungkap Kyai.
Tak lupa, Kyai Sholeh juga mengungkapkan terima kasih kepada Wamen Fauzan atas kehadirannya dan memberikan pesan di wisuda UYP. “Terima kasih Pak Wamen sudah memberi support wawasan kepada para wisudawan dan wisudawati. Di sela kepadatan tugas kementerian, panjenengan berkesempatan hadir,” tutupnya.
Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif






