Wamen Fauzan Tutup POMNAS XIX: Menyongsong Kemajuan Bangsa, Mahasiswa Harus Jadi Pemenang dalam Kehidupan

Kabar

30 September 2025 | 15.55 WIB

Wamen Fauzan Tutup POMNAS XIX: Menyongsong Kemajuan Bangsa, Mahasiswa Harus Jadi Pemenang dalam Kehidupan

Semarang-Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu agenda besar Indonesia untuk menghadapi persaingan global. Bonus demografi yang dimiliki Indonesia hingga 2045 menjadi momentum emas yang perlu dimanfaatkan, termasuk melalui olahraga mahasiswa yang mampu membentuk karakter, sportivitas, dan daya saing generasi muda.

Menurut Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Agustus 2025, 50% dari atlet Pelatnas (Pemusatan Latihan Nasional) merupakan mahasiswa aktif. Sebelumnya, Indonesia mengirim 392 atlet mahasiswa dari 140 perguruan tinggi ke ASEAN University Games 2024, dan 51 mahasiswa atlet dari 31 perguruan tinggi ke World University Games 2021. Walaupun demikian, kurang meratanya jumlah mahasiswa atlet yang berhasil menjuarai cabang-cabang olahraga di level internasional menunjukkan bahwa masih banyak ruang yang dapat dikembangkan bersama terkait fasilitas, kesempatan, dan pola pembinaan berkelanjutan di bidang olahraga bagi para mahasiswa. Padahal, olahraga mahasiswa merupakan salah satu jalur penting dalam melahirkan atlet nasional sekaligus mengasah jiwa kepemimpinan generasi muda.

Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga mahasiswa. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan pada  Penutupan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIX Jawa Tengah 2025 yang dilaksanakan di GOR Basket Prof. Susilo Wibowo Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jumat (26/9).

“Hari ini Saudara telah melalui proses kompetisi dan dinyatakan sebagai pemenang Pomnas XIX. Semoga adik-adik mahasiswa juga dapat menjadi pemenang dalam cabang kehidupan. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya terus mengembangkan pembinaan olahraga mahasiswa sehingga mendorong terbangunnya karakter dan daya saing anak bangsa,” ujar Wamen Fauzan.

Penyelenggaraan Pomnas XIX juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, salah satunya adalah pembangunan SDM unggul. Kemdiktisaintek melalui arah kebijakan Diktisaintek Berdampak terus berkomitmen mengintegrasikan olahraga, seni, dan pendidikan tinggi sebagai wahana penguatan karakter mahasiswa. 

Ajang seperti POMNAS ini adalah bentuk sarana dan upaya Kemdiktisaintek dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi global, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam olahraga dan kepemimpinan. Harapannya, ajang-ajang serupa juga dapat mendorong perguruan tinggi sebagai pusat lahirnya talenta-talenta unggul yang siap bersaing secara global.

Rektor Undip, Suharnomo juga mengapresiasi para kontingen yang telah berproses hingga akhir dalam POMNAS XIX.

“Semoga ajang POMNAS XIX ini sejalan dengan tujuan penyelenggaarannya, yaitu bisa mencetak atlet-atlet yang berprestasi dan berkontribusi untuk bangsa ini,” harap Rektor Suharnomo.

Pomnas XIX telah berlangung selama satu pekan, sejak 19 September 2025 hingga 27 September 2025. Pada ajang ini, dilaksanakan 263 pertandingan dari 17 cabang olahraga, diikuti oleh kontingen dari 36 provinsi, melibatkan 3139 atlet dari 453 perguruan tinggi se-Indonesia, 1507 official, dan delegasi lain sebanyak 936 orang.

Keberhasilan penyelenggaraan Pomnas XIX ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, universitas, dan komunitas olahraga nasional. Kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran sentral dalam membangun peradaban bangsa.

Kemdiktisaintek mengajak seluruh perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, dan stakeholder terkait untuk menjadikan semangat Pomnas sebagai energi kolektif dalam membangun generasi muda yang tangguh, sehat, dan berprestasi. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, Indonesia optimis dapat mencetak atlet mahasiswa yang tidak hanya membanggakan di tingkat nasional, tetapi juga mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

Humas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

#DiktisaintekBerdampak #Pentingsaintek #Kampusberdampak #Kampustransformatif

/

5

Ulas Sekarang

Baca Juga