SERANG – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melalui Fakultas Pertanian menyelenggarakan Food Security Symposium 2026 pada Senin, 21 September 2026, bertempat di Convention Center Aston Serang Hotel Kota Serang, dengan mengusung tema “Advancing Food Security through Agro-Maritime Strategies and Innovations”. Kegiatan ini menjadi forum akademik dan kolaborasi internasional untuk membahas strategi serta inovasi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan agro-maritim.
Simposium ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional, di antaranya Prof. Dr. Sastia Prama Putri dari Department of Biotechnology, The University of Osaka, Jepang; Dr. Joncer Naibaho dari Teagasc Ashtown Food Research Centre, Dublin, Ireland; Dr. Nor Dini Rusli dari Faculty of Agro Based Industry, Universiti Malaysia Kelantan, Malaysia; Prof. Dr. Ivan Muzira Mukisa dari Department of Food Technology & Nutrition, Makerere University, Uganda; serta Dr. Yonath Asikin dari Faculty of Agriculture, University of the Ryukyus, Japan.
Serta dihadiri juga oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ririn Irnawati, S.Pi., M.Si., Ketua LPMPP Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono.,ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng., para tamu dari instansi terkait pemerintah Prov. Banten, para Dosen, dan Mahasiswa Untirta.
Melalui forum ini, para akademisi dan peneliti diharapkan dapat berbagi pengetahuan, pengalaman, serta hasil penelitian terkait pengembangan sistem pangan yang berkelanjutan. Pembahasan mengenai strategi agro-maritim juga menjadi bagian penting dalam mendorong pemanfaatan potensi pertanian dan sumber daya kelautan untuk mendukung ketersediaan pangan di masa depan.
Penyelenggaraan simposium ini merupakan bagian dari upaya Untirta dalam memperkuat jejaring kerja sama akademik dan internasional, sekaligus mendorong pengembangan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hasil pemikiran dan kolaborasi yang terbangun diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan solusi ketahanan pangan yang adaptif terhadap tantangan global.
Melalui Food Security Symposium 2026, Untirta menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kontribusi akademik yang berdampak nyata bagi penguatan ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
PIC / Ketua Pelaksana Rifqi Ahmad Riyanto Ph.D., menyampaikan laporan pada hari ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Bapak, Ibu, dan seluruh peserta dalam Simposium Ketahanan Pangan 2026 dengan tema “Memajukan Ketahanan Pangan melalui Strategi dan Inovasi Agro-Maritim.”
Melanjutkan keberhasilan simposium tahun sebelumnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai gagasan, keilmuan, dan pengalaman dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Sebagai institusi yang berada di Banten, dengan potensi pertanian, pesisir, dan maritim yang besar, kami percaya bahwa pendekatan agro-maritim dapat menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para narasumber, panitia penyelenggara dan ilmiah, serta seluruh peserta atas kontribusi, dedikasi, dan kehadirannya.” Semoga simposium ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.”ujarnya.
Akhirnya, selamat mengikuti Simposium Ketahanan Pangan 2026. Semoga kegiatan ini berlangsung produktif, inspiratif, dan memberikan manfaat bagi kita semua. “Terima kasih dan selamat mengikuti simposium.”
Dekan Fakultas Pertanian Dr. Ririn Irnawati, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa Simposium Ketahanan Pangan (FSS) 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sebagai wadah untuk memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan. Mengusung tema “Memajukan Ketahanan Pangan melalui Strategi dan Inovasi Agro-Maritim”, simposium ini menekankan pentingnya integrasi sektor pertanian dan kelautan dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, serta mampu mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Melalui keterlibatan para peneliti, akademisi, praktisi, dan pembicara dari berbagai negara, FSS 2026 diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas disiplin, dan lahirnya solusi nyata bagi tantangan pangan global. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 2, SDG 12, dan SDG 13.”tuturnya.
Lebih dari sekadar forum ilmiah, FSS 2026 menjadi ruang untuk membangun jejaring internasional dan memperkuat komitmen bersama menuju sistem pangan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berketahanan.
Rektor Untirta Fatah Sulaiman dalam sambutannya, pimpinan universitas menyampaikan bahwa ketahanan pangan tidak dapat hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi perlu dikembangkan melalui pendekatan terpadu yang mencakup sumber daya maritim, teknologi, perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, ketahanan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
“Sebagai perguruan tinggi yang berada di Provinsi Banten dengan potensi pertanian, pesisir, dan maritim yang besar, Untirta menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui riset, inovasi, penguatan jejaring, dan kolaborasi kelembagaan. Simposium ini juga menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai inisiatif sebelumnya dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.” Ujarnya.
Kegiatan hari ini dihadiri sejumlah narasumber dan undangan dari Indonesia maupun mancanegara. Melalui forum ini, Untirta berharap terbangun pertukaran pengetahuan dan kolaborasi yang dapat menghasilkan inovasi serta langkah nyata bagi penguatan sistem pangan yang produktif, tangguh, berkelanjutan, dan inklusif.”imbuhnya.






