Untirta Lepas Kontingen Banten Menuju Peksiminas 2026, Tekankan Karakter JAWARA dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

Kampus Kita

10 September 2026 | 09.15 WIB

Untirta Lepas Kontingen Banten Menuju Peksiminas 2026, Tekankan Karakter JAWARA dan Kolaborasi Perguruan Tinggi

SERANG — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi tempat pelepasan Kontingen Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Banten yang akan berlaga pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) ke-18 Tahun 2026 di Universitas Jember. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, di Ruang Multimedia Kampus Untirta Sindangsari.

Kontingen Banten akan mengikuti Peksiminas yang berlangsung pada 7–11 September 2026. Kontingen tersebut merupakan hasil seleksi Peksimida Banten dan terdiri atas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten yang akan berkompetisi dalam sejumlah cabang seni pada tingkat nasional.

Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah terpilih menjadi bagian dari Kontingen Banten. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam ajang nasional tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi, tetapi juga kesempatan menunjukkan karakter dan nilai yang dibawa oleh mahasiswa Banten.

Rektor berpesan agar para peserta tetap menjunjung tinggi nilai JAWARA selama mengikuti kompetisi.

“Yang paling penting adalah bagaimana adik-adik membawa nilai dan karakter JAWARA. Bertandinglah dengan jujur, adil, amanah, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang kita pegang. Menang tentu menjadi harapan, tetapi kalau belum berhasil, jangan pernah menganggap itu sebagai kegagalan,” ujar Fatah.

Ia menambahkan, hasil sebuah perlombaan tidak selalu menjadi satu-satunya ukuran dari kualitas sebuah karya. Penilaian juri merupakan bagian dari proses kompetisi yang harus diterima dengan sikap sportif.

Karena itu, peserta diminta untuk tidak berhenti berkarya apabila belum memperoleh hasil sesuai harapan. Menurutnya, setiap karya tetap memiliki nilai dan dapat menjadi bagian dari proses pengembangan diri mahasiswa.

Semangat yang sama disampaikan Wakil Rektor III Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, Syamsu Bahri, M.Pd. Ia menilai Peksiminas menjadi ruang penting bagi mahasiswa Banten untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman berkompetisi di tingkat nasional.

Syamsu yang telah memiliki pengalaman dalam kegiatan pembinaan dan kompetisi seni mahasiswa sejak 2012 tersebut mengingatkan bahwa hasil akhir sebuah perlombaan tidak sepenuhnya berada di tangan peserta. Hal yang dapat dilakukan adalah mempersiapkan diri secara maksimal dan memberikan penampilan terbaik.

“Hasil akhir memang tidak sepenuhnya bisa kita kendalikan. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin, berusaha maksimal, kemudian biarkan dewan juri yang menentukan,” kata Syamsu.

Ia optimistis mahasiswa Banten memiliki kemampuan untuk bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, mahasiswa Banten tidak perlu merasa inferior ketika berhadapan dengan kontingen dari daerah yang selama ini dikenal memiliki tradisi kuat dalam bidang seni mahasiswa.

“Banten juga bisa bersaing dengan DKI, Yogyakarta, dan daerah-daerah lainnya,” ujarnya.
Syamsu juga memaknai JAWARA bukan hanya sebagai keberanian, tetapi sebagai kemampuan yang

Sementara itu, Ketua BPSMI Provinsi Banten, dr. H. Agus Sjafari, M.Si., menjelaskan bahwa kontingen Banten merupakan mahasiswa terbaik yang terpilih melalui rangkaian Peksimida. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Banten dan akan bertanding dalam kategori individu maupun kelompok.

Agus menegaskan bahwa keberangkatan ke Peksiminas bukan sekadar membawa nama perguruan tinggi masing-masing, tetapi juga membawa nama Provinsi Banten.

“Nama baik Provinsi Banten ini di tangan adik-adik semuanya. Kalian sudah dipersiapkan secara individu, dalam tim, maupun melalui pembinaan dari perguruan tinggi masing-masing,” tegas Agus.

Ia mengingatkan bahwa persaingan di tingkat nasional akan jauh lebih ketat sehingga peserta perlu meningkatkan kesiapan, baik dari sisi kemampuan maupun mental bertanding.

Agus juga menjelaskan bahwa perjalanan menuju Jember dikoordinasikan oleh masing-masing perguruan tinggi. Namun, ketika berada di arena Peksiminas, seluruh peserta akan bergabung sebagai satu Kontingen Banten.

“Meski kita berasal dari perguruan tinggi yang berbeda-beda, kita membawa nama Provinsi Banten,” ujarnya.

Sebagai penanda kebersamaan, BPSMI Provinsi Banten menyiapkan identitas bersama berupa selendang, kaos, dan bendera Banten yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan, termasuk parade pembukaan.

Pelepasan Kontingen Banten menunjukkan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pembinaan mahasiswa, khususnya di bidang seni. BPSMI Provinsi Banten menjadi wadah yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkompetisi sekaligus membangun jejaring dan kebersamaan.

Agus menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan BPSMI Banten selama ini mengedepankan semangat dari kita, untuk kita, dan untuk Provinsi Banten. Karena itu, dukungan dan partisipasi perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembinaan mahasiswa di bidang seni. Ia juga berharap komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga pembinaan seni mahasiswa di Banten dapat berkembang lebih baik.  

Kampus Berdampak

Jawara Berdampak

Untirta Jawara

Untirta

/

5

Ulas Sekarang