Universitas Sriwijaya (UNSRI) menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam kegiatan BKSAP Day dengan tema “Mendorong Optimalisasi Pelaksanaan Ekonomi Biru (Blue Economy)”. Kegiatan ini diselenggarakan di Fakultas Ekonomi UNSRI, Kampus Indralaya, Senin (3/11/2025).
Delegasi BKSAP DPR RI dipimpin oleh Bramantyo Suwondo, M.IR. (Wakil Ketua BKSAP DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat), serta beranggotakan Muhammad Husein Fadlulloh, B.Bus., M.M., M.B.A. (Wakil Ketua BKSAP DPR RI dari Fraksi Gerindra), Amelia Anggraini (Fraksi NasDem), Verrel Bramasta (Fraksi PAN), dan Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M. (Fraksi Demokrat), serta tujuh orang perwakilan dari Setjen DPR RI. Delegasi diterima langsung oleh Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Alfitri, M.Si., yang mewakili Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Prof. Alfitri menyampaikan apresiasi atas kehadiran para anggota DPR RI melalui BKSAP di Universitas Sriwijaya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara parlemen dan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat diplomasi dan kebijakan nasional di bidang ekonomi biru.
“Salam dari Rektor UNSRI, Prof. Dr. Taufiq Marwa, S.E., M.Si yang dalam waktu bersamaan ada orasi dalam rangka Dies Natalis ke-65 UNSRI. Mudah-mudahan sebagai lembaga Perguruan Tinggi PTN-BH Akan selalu berkembang dan semakin menggapai prestasi, apalagi Bapak anggota dewan sudah datang ke sini nanti bisa berkolaborasi Lebih masif lagi. Selamat datang kepada anggota dewan yang bergabung di dalam BKSAP DPR RI Periode 2024-2029. Kedatangan ini sangat kami apresiasi dalam rangka kita mendorong agar Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk bisa berbicara di dunia internasional untuk mengusung isu ekonomi Biru, Blue ekonomi,” Ujar Prof Alfitri.
Lebih lanjut, Prof. Alfitri menambahkan bahwa sumber daya laut Indonesia merupakan aset strategis yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan riset dan kebijakan berbasis ilmiah dapat menjadi pondasi penting dalam mendorong implementasi ekonomi biru di tingkat nasional dan global.
Sementara itu, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI, Bramantyo Suwondo menyampaikan maksud dan tujuannya melakukan kunker dan bertemu dengan sivitas akademika karena ia yakin suatu kebijakan terlalu dekat dengan dunia akademik. Ia menjelaskan bahwa BKSAP memiliki peran penting dalam diplomasi parlementer Indonesia. Melalui forum-forum internasional seperti Inter-Parliamentary Union (IPU) dan kerja sama antarparlemen regional, BKSAP turut mengusung kepentingan Indonesia di dunia internasional.
“Diplomasi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, tetapi juga melalui parlemen lewat BKSAP. Kami menjadi semacam Kementerian Luar Negeri-nya legislatif yang mewakili suara rakyat di forum-forum dunia,” ungkap Bramantyo.
Ia menambahkan bahwa salah satu isu yang saat ini menjadi fokus BKSAP adalah ekonomi biru. Dengan lebih dari 50% wilayah Indonesia berupa laut, potensi kelautan dan perikanan dinilai sangat besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita perlu mengoptimalkan potensi laut tidak hanya untuk nilai ekonomi, tetapi juga untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Tantangan seperti overfishing dan perubahan iklim harus diatasi dengan sinergi antara pemerintah, parlemen, dan dunia akademik,” tambahnya.
Kegiatan BKSAP Day ini menjadi wadah bagi para akademisi UNSRI, khususnya dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Pertanian, untuk memberikan pandangan dan rekomendasi strategis dalam pengembangan ekonomi biru di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, para akademisi, Dekan Fakultas Ekonomi, Dekan Fakultas Pertanian, para Wakil Dekan dan Dosen di lingkungan Fakultas Ekonomi UNSRI turut hadir memberikan pandangan dan rekomendasi yang akan menjadi bahan pertimbangan BKSAP dalam penyusunan kebijakan ke depan. (Humas_UNSRI)





