Dalam rangka menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, Universitas Sriwijaya (UNSRI) menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Duta Anti Kekerasan Universitas Sriwijaya Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi UNSRI Kampus Indralaya, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan dibuka secara daring oleh Wakil Rektor III UNSRI, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, SpPD-KR, M.Kes. dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa pemilihan Duta Anti Kekerasan merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.
“Salah satu hal yang penting kita usahakan tidak ada dosen atau mahasiswa yang menjadi korban atau pelaku kekerasan, kita bisa mencegah optimal, beranilah untuk berkata tidak jika diajak untuk hal – hal yang tidak diinginkan. Saya mendukung, mensupport dengan adanya Duta Anti Kekerasan ini, semoga kita bersama bisa mencegah tindak kekerasan di perguruan tinggi. Selamat bekerja semoga amal jariah yang dilakukan dengan menjadi Duta Anti Kekerasan akan dicatat Allah SWT sebagai pahala,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Kepala Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polres Kabupaten Ogan Ilir, Iptu Dr. Try Nensy Nirmalasary, S.H., yang mengulas aspek hukum serta upaya perlindungan terhadap korban kekerasan. Selain itu, materi terkait komunikasi dan advokasi disampaikan oleh Muhammad Cholil Munadi, S.Psi., M.K.M., anggota Satgas PPKPT UNSRI.
Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan monolog oleh James Andrew, mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional FISIP UNSRI, yang mengangkat isu kekerasan serta pentingnya empati terhadap korban.
Tahapan utama dalam kegiatan ini adalah sesi penjurian finalis Duta Anti Kekerasan UNSRI Tahun 2026. Hadir sebagai dewan juri yakni, Prof. Dr. Elfita, M.Si. (Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sekaligus Anggota Satgas PPKPT Universitas Sriwijaya), Susi Lestari, S.PL., M.Si. (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat sekaligus Anggota Satgas PPKPT Universitas Sriwijaya), Hj. Emmy Aryani, S.K.M., M.Kes. (Kepala Bidang Tumbuh Kembang Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir), dan Nyayu Fatina, S.Psi. (Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir)
Adapun Duta Anti Kekerasan Universitas Sriwijaya Tahun 2026 diraih oleh Selamat Riadi (FKM) dan Khanza Muthia Azzahra (FK). Duta Anti Kekerasan Advokasi diraih oleh Ariansyah Wijaya (FMIPA) dan Rachel Nadya Bintang (FH). Duta Anti Kekerasan Kreatif diraih oleh Anggara Gunawan (FKIP) dan Riza Aqilah Nashifah (FASILKOM). Duta Anti Kekerasan Inovatif diraih oleh Vevianti Pratiwi (FKIP) dan Adinda Khairunnisa (FMIPA).
Selain itu, terpilih pula Duta Anti Kekerasan Seksual: Ayu Rahmasafitri (FE), Duta Anti Perundungan: Ikbal Badro Natajaya (FH), Duta Anti Diskriminasi: M. Dimas Anwar (FASILKOM), dan Duta Anti Kekerasan Psikis: Teddy Satriadi (FP).
Sementara Duta Anti Kekerasan tingkat fakultas meliputi: Duta Anti Kekerasan FH yaitu Pandu Dewa Brata dan Miftahul Miladia; Duta Anti Kekerasan FT yaitu Inganatus Sholekhah; Duta Anti Kekerasan FK yaitu Dira Anggela; Duta Anti Kekerasan FP Fiola Aurellia Yudiana dan Ramadhani; Duta Anti Kekerasan FKIP yaitu Disya Putri Utami dan Muhammad Hafizh Sophian; Duta Anti Kekerasan FISIP yaitu Surya Daffa; Duta Anti Kekerasan FMIPA yaitu Sendi Agung Kurniawan; Duta Anti Kekerasan FASILKOM yaitu Deza Arlian dan Ismi Brilianita, Duta Anti Kekerasan FKM yaitu Chalila Al Zahrah dan Nina Kina Septianti.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Dekan dan Wakil Dekan, Direktur Direktorat Kemahasiswaan UNSRI, Ketua Satgas PPKPT UNSRI, dan tamu undangan lainnya. (Humas_UNSRI)






