UNSRI dan Leiden University Medical Centre Bahas Validasi Klinis TeleOTIVA dan Penguatan Kolaborasi Riset Kanker Serviks

Kampus Kita

11 September 2026 | 15.45 WIB

UNSRI dan Leiden University Medical Centre Bahas Validasi Klinis TeleOTIVA dan Penguatan Kolaborasi Riset Kanker Serviks

Universitas Sriwijaya (UNSRI) memperkuat jejaring kolaborasi riset internasional di bidang kesehatan melalui pertemuan bersama Leiden University Medical Centre (LUMC), Belanda, yang dilaksanakan secara daring pada 31 Agustus dan 11 September 2026. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi, menyamakan visi, serta menjajaki pengembangan kerja sama penelitian kanker serviks, khususnya melalui inovasi kecerdasan artifisial dalam bidang kesehatan.

Pertemuan pertama bertajuk “Connecting and Building Trust with Leiden University Medical Centre (Jogchum Beltman, Suze Kruisheer) and FK/Fasilkom UNSRI Research Team Cancer Cervical Project”. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kepercayaan (building trust) dan menyusun mekanisme kolaborasi penelitian antara Unsri dan LUMC.

Dari pihak LUMC, pertemuan dihadiri oleh Dr. Jogchum Beltman, gynecologic oncologist, yang memiliki keahlian dalam bidang kanker serviks, termasuk faktor-faktor penentu pencegahan kanker serviks di negara berpenghasilan rendah dan menengah serta bedah preservasi fertilitas pada pasien kanker serviks. Beliau didampingi oleh Suze Kruisheer selaku Lead LUMC Global.

Sementara itu, UNSRI diwakili oleh Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan, Sp.PD, K-R, M.Kes., selaku Wakil Rektor Bidang 3; Najmah, S.K.M., M.P.H., Ph.D., dari Direktorat Kerja Sama, Internasionalisasi dan Alumni; Dr. M. Fachrurrozi, S.Si., M.T., selaku Dekan Bidang 3 Fakultas Ilmu Komputer; serta Tim Pengembang Produk Inovasi TeleOTIVA yang dipimpin oleh Prof. Ir. Siti Nurmaini, M.T., Ph.D., bersama tim yaitu Dr. Firdaus, S.T., M.Kom, Muhammad Naufal Rachmatullah, M.T., Dr. Annisa Darmawahyuni, M.Kom., Dr. Ade Iriani Sapitri, M.Kom., Anggun Islami, M.Kom., Akhiar Wista Arum, S.T., M.Kom., Dr. Sutarno, S.T., M.T., dan Ghita Athalina, B.Eng., M.Eng.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Dr. dr. Radiyati Umi Partan menyampaikan harapannya agar pertemuan antara UNSRI dan LUMC dapat menjadi awal dari pelaksanaan penelitian bersama untuk mengembangkan TeleOTIVA. Menurutnya, pengembangan tersebut tidak hanya diarahkan untuk penerapan di Indonesia, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan di negara-negara lain.
“Saya sangat berharap pertemuan antara UNSRI dan LUMC ini dapat menjadi awal dari penelitian bersama untuk mengembangkan TeleOTIVA, tidak hanya untuk diterapkan di Indonesia, tetapi juga berpotensi dikembangkan di negara-negara lain,” ujar Prof. Radiyati.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut difokuskan pada mekanisme kerja sama dan pelaksanaan penelitian kanker serviks yang dapat menjadi dasar kolaborasi kedua institusi. Selain membahas aspek penelitian, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk membangun hubungan kelembagaan, memperkuat komunikasi, dan menyamakan visi dalam pelaksanaan riset secara kolaboratif.

Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut melalui pertemuan bertajuk “TeleOTIVA Clinical Validation: A Collaborative Study Between Artificial Intelligence–Medical Center of Excellence (AIMed CoE) Universitas Sriwijaya and Leiden University Medical Center (LUMC)”. Pertemuan ini secara khusus membahas validasi klinis, pengembangan internasional, serta arah penelitian TeleOTIVA, yaitu platform berbasis kecerdasan artifisial yang dikembangkan untuk mendukung skrining kanker serviks.

Dalam pemaparannya, Prof. Ir. Siti Nurmaini, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa TeleOTIVA telah melalui beberapa tahap evaluasi di Indonesia. Namun, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja sistem, diperlukan validasi klinis eksternal pada subjek di luar Indonesia dan dalam kondisi klinis yang berbeda.

“TeleOTIVA telah melalui beberapa tahap evaluasi di Indonesia. Namun, untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kinerja sistem, diperlukan validasi klinis eksternal pada subjek di luar Indonesia dan dalam kondisi klinis yang berbeda,” jelas Prof. Siti Nurmaini.

Dalam diskusi tersebut, UNSRI melalui Artificial Intelligence–Medical Center of Excellence (AIMed CoE) dan LUMC mengeksplorasi peluang pengujian kinerja TeleOTIVA pada lingkungan layanan kesehatan dan populasi yang beragam. Pembahasan mencakup potensi penelitian di negara berpenghasilan menengah dan tinggi, serta evaluasi ketahanan diagnostik (diagnostic robustness) platform pada kelompok demografis dan populasi dengan latar belakang ras yang berbeda.

Selain itu, pertemuan juga membahas potensi keterlibatan Delft University of Technology (TU Delft). Keahlian TU Delft di bidang rekayasa dan teknologi maju dinilai dapat melengkapi kompetensi klinis dan kecerdasan artifisial yang dimiliki oleh mitra yang telah terlibat. Kolaborasi yang lebih luas ini diharapkan menjadi wadah integrasi antara keilmuan medis, inovasi AI kesehatan, dan rekayasa teknologi.

Melalui rangkaian pertemuan tersebut, UNSRI dan LUMC berkomitmen untuk terus menjajaki penguatan bukti klinis TeleOTIVA, memperluas penerapannya pada berbagai konteks internasional, serta mendukung pengembangan teknologi skrining kanker serviks yang lebih mudah diakses, merata, dan berkeadilan. 

Kolaborasi ini sekaligus menegaskan komitmen UNSRI dalam memperkuat riset unggulan berbasis inovasi, memperluas kemitraan akademik internasional, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi kesehatan yang berdampak bagi masyarakat. (Humas_UNSRI)

Diktisaintekberdampak

@unsriberdampak

/

5

Ulas Sekarang