Padang — Universitas Negeri Padang (UNP) berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam upaya penanganan dan pemulihan cepat pascabencana banjir di Sumatera Barat melalui pendekatan multidisiplin dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Kolaborasi tersebut dilakukan Kamis (25/12) oleh Tim Pengabdian Tanggap Darurat Bencana UNP sebagai bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan fokus utama pada pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak banjir. Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdian Pendampingan Psikososial UNP yang diwakili oleh Evelynd, S.I.Kom., M.Comn. & MediaSt. dan Intan Slipilia, M.Si (Han), bersama sejumlah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNP, menerima Therapy Kit hasil karya mahasiswa dan dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Therapy Kit tersebut berisi berbagai permainan edukatif, seperti card games dan media mendongeng, yang dirancang untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak di posko pengungsian. Materi permainan mengangkat nilai-nilai edukasi tentang perlindungan hutan dan satwa, pengenalan sejarah melalui latihan berhitung, serta pemahaman terhadap kekayaan alam Indonesia. Melalui media permainan yang interaktif dan ramah anak, kolaborasi UNP dan ITB diharapkan mampu mendukung proses pemulihan pascabencana secara holistik, khususnya dalam membantu anak-anak korban banjir di Sumatera Barat agar kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat dalam aktivitas sehari-hari.
UNP dan ITB Berkolaborasi Pulihkan Trauma Anak Korban Banjir Sumbar Lewat Therapy Kit Edukatif
Kampus Kita
25 December 2025 | 08.00 WIB

DiktisaintekBerdampak
UNPPeduli
UNPKampusBerdampak
BeritaUNP
sdgs
/
5
Ulas Sekarang
Baca Juga

UNDIP Jadi Tuan Rumah INTENSE Program Education Fair 2026, Kuatkan Kerja Sama Indonesia dan Taiwan
Kampus Kita
23 April 2026 | 20.00 WIB

ITS Turut Kembangkan dan Uji Roket Buatan Indonesia
kabar-dikti
26 January 2023 | 15.47 WIB

Mempererat Ikatan Alumni dan Dukungan Program KM: Cermin Kegiatan Seremonial Pelepasan Angkatan 7 BPMP Gorontalo dan Papua
Kabar
24 February 2024 | 09.42 WIB


