Unila–Lampura Bersinergi Wujudkan Pembangunan Daerah Berbasis Pengetahuan

Kampus Kita

05 February 2026 | 12.00 WIB

Unila–Lampura Bersinergi Wujudkan Pembangunan Daerah Berbasis Pengetahuan

(Unila): Universitas Lampung (Unila) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pelayanan publik, serta pengembangan potensi daerah berbasis ilmu pengetahuan.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menegaskan bahwa kerja sama ini harus menghadirkan manfaat riil bagi masyarakat. “Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret untuk menjawab kebutuhan masyarakat, memperkuat kapasitas SDM, dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Unila membuka akses pendidikan tinggi melalui berbagai jalur masuk, termasuk jalur prestasi, tes, dan mandiri. Program PMPAP dengan kuota lebih dari 140 mahasiswa juga disiapkan, memberikan pembebasan UKT selama empat tahun bagi calon mahasiswa kurang mampu, serta fasilitas rusunawa berbiaya terjangkau.

Selain itu, program Profesor Mulang Tiyuh yang melibatkan 156 profesor Unila akan diarahkan untuk memberikan kontribusi langsung di daerah, termasuk Lampung Utara, melalui gagasan, riset, dan pendampingan masyarakat.

Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyambut baik komitmen tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan serta dampak terukur. “Kerja sama ini harus berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, baik masyarakat umum maupun aparatur pemerintah, agar tata kelola pemerintahan semakin baik dan berlandaskan nilai moral, etika, serta kompetensi yang memadai,” tegasnya.

Pemkab Lampung Utara mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi sekitar 4.000 guru dari 500 sekolah SD dan SMP, serta ASN melalui program pendidikan lanjutan, pelatihan, dan kelas khusus yang fleksibel. Di era digital, peningkatan literasi teknologi bagi aparatur juga menjadi prioritas, dengan pelatihan singkat yang dapat difasilitasi fakultas di lingkungan Unila.

Kerja sama ini juga diarahkan untuk menghidupkan kembali potensi unggulan daerah, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan. Lampung Utara yang dahulu dikenal sebagai sentra lada dan padi kini menghadapi penurunan produksi signifikan.

Dukungan riset, pengembangan varietas unggul, teknologi budidaya, dan sistem tumpang sari diharapkan mampu mengatasi tantangan tersebut. Di sektor UMKM, penguatan produk hilir berbasis ubi kayu dan kopi menjadi fokus pengembangan. Dengan keterlibatan akademisi dan peneliti Unila, diharapkan lahir inovasi dan pendampingan berkelanjutan yang meningkatkan nilai tambah produk serta kesejahteraan masyarakat.

Kedua pihak sepakat bahwa MoU ini merupakan fondasi membangun kepercayaan dan kemitraan jangka panjang antara kampus dan pemerintah daerah. Melalui tindak lanjut berupa Perjanjian Kerja Sama (PKS), program teknis, serta evaluasi bersama, sinergi Unila–Lampung Utara diharapkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi warga dan memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan. [Humas]

Unila Kampus Berdampak

Kemitraan Berdampak

Pembangunan Daerah

/

5

Ulas Sekarang