(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi akademik dengan melahirkan seorang doktor baru, Laila Puspita, melalui sidang promosi Doktor yang digelar pada Jumat, 3 Juli 2026, di Aula A FKIP.
Sidang ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dengan jajaran penguji internal dan eksternal yang menghadirkan atmosfer akademik yang ketat dan penuh integritas.
Dalam disertasinya berjudul “E-Modul Interaktif Pencemaran Lingkungan Berbasis Socio-Constructivist Terintegrasi PBL-STEM-Multiple Representations (SCOPE-MRS) untuk Membangun Keterampilan Berpikir Kreatif dan Kolaborasi Calon Guru”, Laila menekankan pentingnya inovasi pembelajaran digital yang mampu menjawab tantangan pendidikan modern.
Ia menyoroti bahwa calon guru tidak cukup hanya menguasai konsep ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki keterampilan berpikir kreatif, kemampuan kolaborasi, serta kecakapan memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Topik pencemaran lingkungan dipilih sebagai fokus penelitian karena sifatnya yang kompleks dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Materi ini menuntut pemahaman mendalam, analisis fenomena nyata, serta kemampuan menghubungkan konsep sains dengan persoalan lingkungan sehari-hari. Untuk itu, Laila mengembangkan model pembelajaran SCOPE-MRS yang mengintegrasikan pendekatan Problem Based Learning (PBL), Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta Multiple Representations.
Model ini memungkinkan mahasiswa belajar secara mandiri melalui media digital sekaligus aktif membangun pengetahuan melalui diskusi, kolaborasi, dan pemecahan masalah kontekstual. Berbagai bentuk representasi seperti teks, grafik, animasi, video, hingga simulasi interaktif digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menghasilkan ide-ide kreatif, mengeksplorasi solusi alternatif, dan mengembangkan gagasan inovatif. Selain itu, pembelajaran berbasis kolaborasi yang ditawarkan SCOPE-MRS memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan permasalahan.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan dunia pendidikan yang menuntut guru masa depan memiliki kompetensi adaptif, kreatif, dan inklusif. Keberhasilan Laila mempertahankan disertasinya menambah deretan doktor yang dilahirkan FKIP Unila, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting bagi pengembangan bahan ajar digital yang adaptif terhadap tuntutan pendidikan abad 21, khususnya dalam menyiapkan calon guru yang mampu menghadirkan pembelajaran sains yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. [Humas]







