UNDIP, Semarang (22/5) – Universitas Diponegoro melalui Direktorat Inovasi dan Kerja Sama (Dirinovki) menggagas kolaborasi strategis bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah dalam upaya memperkuat pembangunan keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta penguatan ketahanan pangan berbasis inovasi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UNDIP dan TP PKK Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Jawa Tengah di Desa Nglangitan, Blora, pada 19 Mei 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, serta perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Rektor UNDIP diwakili oleh Tim Direktorat Inovasi dan Kerja Sama sebagai inisiator sekaligus pemroses kerja sama tersebut.
Sebagai langkah awal implementasi kerja sama, Dewi Widayani Suharnomo, S.H., M.Pd., selaku Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pusat UNDIP, secara simbolis menyerahkan sejumlah produk inovasi unggulan karya inovator UNDIP kepada Ketua TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah.
Direktorat Inovasi dan Kerja Sama UNDIP menyampaikan bahwa produk-produk inovasi tersebut dipersiapkan dalam rangka mendukung bidang kesehatan, posyandu, serta pengembangan makanan fungsional pendamping ASI (MPASI). Inovasi ini merupakan karya unggulan para inovator UNDIP yang memiliki manfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus bersinergi dengan Program Kencan Bumil yang diluncurkan TP PKK Jawa Tengah.
Program tersebut menitikberatkan pada penguatan peran keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan UMKM, serta ketahanan pangan desa. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil dan balita, pencegahan stunting, serta penguatan layanan kesehatan berbasis posyandu.
Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., MMR., Sp.And (K)., Ph.D., selaku Wakil Ketua Bidang Pengabdian, LPPM bertindak sebagai perwakilan Rektor UNDIP menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Ketua TP PKK Jateng tentang Pembangunan Keluarga di Provinsi Jawa Tengah.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang dituangkan dalam MoU meliputi Peningkatan kualitas kesehatan; Peningkatan kualitas pendidikan; Pengentasan kemiskinan dan pembangunan ketahanan keluarga yang religius dan inklusif; Peningkatan ketahanan pangan dan kelestarian sandang lokal; Pemberdayaan ekonomi; Pelestarian lingkungan hidup dan lingkungan rumah sehat; Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penyandang disabilitas; Bidang lain yang disepakati kedua belah pihak.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah produk inovasi unggulan UNDIP turut diperkenalkan, di antaranya:
- Infantometer Acrylic karya Prof. Dr. dr. Sri Achadi Nugraheni, M.Kes., sebagai alat ukur pencegahan stunting;
- Nutri Sun D3 dan Fraut karya adalah Gemala Anjani, S.P., M.Si., Ph.D., dan tim sebagai produk MPASI dan makanan sehat bagi ibu hamil dan balita;
- Diposains Clean karya Prof. Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D., dan tim sebagai produk kebersihan dan kesehatan;
- Hibisc Handsoap karya Arlita Leniseptaria Antari, S.Si., M.Si., sabun antibakteri berbahan dasar bunga sepatu.
Produk-produk inovasi tersebut direncanakan akan dikolaborasikan dalam berbagai kegiatan PKK dan Posyandu di seluruh Jawa Tengah, khususnya untuk mendukung Program PKK di seluruh Jawa Tengah sebagai awal, dan akan diperluas dengan kolaborasi lintas Provinsi serta program kesehatan masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung program nasional, seperti Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, pembangunan embung untuk ketahanan air bersih, sedekah buku untuk penguatan literasi desa, serta program-program pendukung ketahanan pangan dan MBG.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menekankan pentingnya sinergi dan konsistensi antara pemerintah, PKK, DWP, dan perguruan tinggi dalam mengatasi persoalan kesehatan ibu dan anak. Ia juga mengapresiasi dukungan UNDIP terhadap keberlanjutan program-program strategis seperti Kencan Bumil dan SIM PKK yang diharapkan mampu menekan angka kematian ibu hamil serta memperkuat layanan kesehatan keluarga berbasis masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, UNDIP melalui Direktorat Inovasi dan Kerja Sama menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi berdampak yang mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan ketahanan pangan, serta percepatan penanganan stunting dan kesehatan ibu-anak di Jawa Tengah. (Komunikasi Publik/UNDIP/Tim Dirinovki)






